Malang (beritajatim.com) – UM (Universitas Negeri Malang) menjadi tuan rumah LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) Cup XXI tahun 2023. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, yaitu 1 sampai 4 Oktober 2023 dengan mempertandingkan empat cabang lomba, yaitu tenis lapangan, tenis meja, petanque, dan bulutangkis.
Pembukaan LPTK Cup 2023 berlangsung di Graha Cakrawala UM, pada tanggal 1 Oktober 2023 lalu. Acara ini dirancang untuk menggabungkan kompetisi, hiburan, serta memupuk semangat Persaudaraan dan kolaborasi, khususnya kampus eks. LPTK.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Sapto Adi, M.Kes. menjelaskan dengan LPTK Cup ini, ingin dibudayakan sikap kompetisi secara sehat di berbagai bidang melalui pertandingan olahraga. Selain itu, ada upaya untuk meningkatkan kualitas sehat jiwa dan raga untuk meningkatkan produktivitas kinerja.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Beri Motivasi Generasi Muda di Jambore Daerah Jatim
“Kita ingin membudayakan aktivitas fisik atau olahraga untuk dijadikan kebiasaan sehari-hari agar kesehatan tubuh tetap terjaga sepanjang hayat. Dengan demikian akan dapat mengurangi biaya kesehatan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa 3 Oktober 2023.
Pertandingan akan dilaksanakan di berbagai venue bulutangkis di Platinum Araya), tenis lapangan di lapangan tenis UM dan lapangan tenis Gajayana. Kemudian untuk tenis meja di lapangan GKB FIP UM, dan Petanque di lapangan Petanque UM.
Terbaru, UM sebagai tuan rumah meraih juara dua pada cabang olahraga bulutangkis kategori beregu campuran LPTK Cup XXI tahun 2023. Cabang beregu campuran ini diikuti lima tim, yaitu UM, Unesa, UNG, UNM dan UNY, yang dipertandingkan pada 2 Oktober 2023 lalu di Platinum Arena Malang.
Baca Juga: Aliansi Buruh di Yogyakarta Peringati Oktober sebagai Bulan Inkonstitusional

Manajer tim bulutangkis UM, Prof. Dr. Asep Sunandar, S.Pd.,M.AP. menyampaikan rasa syukurnya atas raihan ini. “Syukur Alhamdulillah, hasil ini meningkat dari tahun sebelumnya yang meraih juara 3. Saya mengapresiasi sekaligus bangga kepada semua anggota tim yang bekerja luar biasa,” ujarnya.
Lebih Lanjut, Guru besar Departemen Administrasi Pendidikan ini menambahkan bahwa ajang LPTK Cup merupakan forum silaturahmi akademik antar PTN eks. IKIP yang total beranggotakan 14 Perguruan tinggi di Indonesia.
“Jadi LPTK CUP ini merupakan ajang akademik yang dipadukan dengan turnamen olahraga. mensana in corpore sano lah. Jadi silaturahmi kita tambahi dengan olahraga, dengan harapan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran,” tutur Prof Asep.
Baca Juga: FIB UB Tandatangani Pakta Integritas Wujudkan Zona Integritas Birokrasi Bersih
Ada keunikan tersendiri terkait gelaran LPTK CUP, yaitu pemain merupakan dosen dari perguruan tinggi dengan jabatan tertentu atau dosen dengan tugas tambahan. “inilah uniknya dari LPTK CUP, para pemain yang berlaga harus menduduki jabatan tertentu. Oleh karena itu tidak semua berpartisipasi.
“Ini juga nanti tantangan kami ke depan untuk lebih menyiapkan dan mencari kolega yang berminat untuk bermain bulutangkis di bawah koordinasi PB KORPRI UM. Syukurnya banyak di antara pemain UM ini masih muda dan menjabat, sehingga main di kelas eksekutif,” ujarnya mengakhiri. Sebagai informasi, pada 3 Oktober 2023 dipertandingkan bulutangkis perorangan kategori ganda eksekutif dan ganda prestasi. (dan/ian)






