Trenggalek (beritajatim.com) – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UKM Penalaran Barata Viddya Adhigana STKIP PGRI Trenggalek mendapat hibah Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa Dirjen Belmawa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Tahun 2023.
Judul PPK Pengembangan Potensial Pendapatan Perempuan Desa Buluagung Melalui Empowerment Women Program Serta Mensukseskan Program 5.000 Perempuan Kabupaten Trenggalek.
Beberapa Program yang dilakukan dalam PPK Ormawa ini meliputi Sekolah perempuan tentang pengembangan UMKM yang dilakukan selama 12 pertemuan. Pelatihan dilaksanakan pada Juli 2023 hingga Desember 2023.
PPK Ormawa UKM Barata Viddya Adhigana menggandeng Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai narasumber dan instruktur dalam sekolah perempuan.
Beberapa luaran sekolah perempuan yang dihasilkan yaitu para perempuan di Desa Buluagung Kecamatan Karangan mampu mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan potensial pendapatan perempuan, lahirnya 50 UMKM Perempuan di Desa Buluagung, dan Program 5.000 Perempuan Kabupaten Trenggalek Berhasil dengan optimal.
BACA JUGA:
PBSI STKIP PGRI Trenggalek Gelar Festival 1.000 Puisi
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak yaitu STKIP PGRI Trenggalek, UKM Barata Viddya Adhigana, Dosen Pembimbing yaitu Dr. Ari Metalin Ika Puspita, M.Pd., PPK Ormawa Barata Viddya Adhigana, dan pemerintah Desa Buluagung Kecamatan Karangan Kabupaten Tulungagung.
“Lanjutan sekolah perempuan ini yaitu dengan melakukan evaluasi dan monitoring untuk melihat keberhasilan dan tantangan dalam mengembangkan usaha sekolah perempuan, sehingga dicarikan solusi bersama dengan para stake holder,” kata Ketua PPK Ormawa UKM Penalaran Barata Viddya Adhigana STKIP PGRI Trenggalek, Annisa Aima Anjani, Minggu (1/10/2023).
Anggita tim tersebut yakni Laily Novitasari, Ella Rahma Nura Aziza, Zerlinda Diva Felix Yolanda, Renita Rizky Wulandari, Dany Cahyaningtias, Ayu Nurkholifah, Gestikasari, Devid Elvan Nurcahya, Eric Pratama Ridwansyah, Esti Cahyani, Puput Ariani. Serta dibimbing oleh dosen yakni Dr. Ari Metalin Ika Puspita, M.Pd.
BACA JUGA:
Kampus Mengajar di Jatim, 3.643 Mahasiswa Bakal Disebar
Yang mendasari mereka melakukan program tersebut adalah para perempuan di Desa Buluagung Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek banyak menggantungkan kepada laki-laki sebagai tulang punggung keluarga atau sebagai pencari nafkah keluarga karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha.
Selain itu jumlah UMKM perempuan yang ada di Desa Buluagung hanya berjumlah kisaran 5 UMKM dengan daya serap tenaga kerja yang terbatas. Kondisi ini tidak sebanding dengan besarnya jumlah perempuan yang tidak bekerja yang ada di Desa Buluagung.
“Juga, belum adanya sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan dari dinas terkait tentang pengembangan UMKM khususnya UMKM perempuan di Desa Buluagung. Padahal, pemerintah Desa Buluagung telah menyediakan lokasi untuk sentra UMKM yang terletak di jalan nasional yang sangat strategis, hal ini dapat menjadi peluang di dalam mengembangkan UMKM,” pungkas Annisa. [fiq/suf]






