Malang (beritajatim.com) – Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes., baru saja dikukuhkan sebagai guru besar (gubes) Universitas Islam Malang (Unisma) bidang ilmu biomedik. Pengukuhannya berlangsung di gedung pascasarjana lantai 7 Unisma, Sabtu (30/9/2023).
Prof. Nour Athiroh dikukuhkan sebagai gubes setelah berhasil mengubah benalu teh dan mangga sebagai antihipertensi. Ia merupakan gubes Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unisma.
Pidato pengukuhan perempuan kelahiran Sampang itu tentang Inovasi Sediaan Kombinasi Benalu Teh dan Benalu Mangga sebagai Antihipertensi dalam Upaya Kemandirian Kesehatan (Studi Pre-Klinik) dalam Bidang Ilmu Biomedik. Menurut Prof. Athiroh, salah satu tanaman yang berkhasiat adalah benalu.
“Tidak banyak yang tahu manfaat tumbuhan benalu. Pemahaman masyarakat masih menuduh benalu sebagai biang kerok merosotnya budidaya tanaman, benalu merupakan kelompok tumbuhan parasit yang menyerang dan merusak berbagai jenis tanaman,” ujar dosen program studi biologi Unisma ini.
Padahal di balik tuduhan itu, benalu juga bisa berkhasiat sebagai herbal, diantaranya benalu teh (Scurrula atropurpurea) dan benalu mangga (Dendropthoe petandra). Benalu tergolong tumbuhan parasit yang hidupnya bergantung pada induknya.
BACA JUGA: Guru Besar Unair Sebut Instrumen Hukum Jadi Solusi Krisis Iklim
“Benalu teh dan benalu mangga mempunyai potensi yang menyehatkan. Maha Besar Allah. Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi ini tidak ada yang sia-sia. Setiap makhluk diciptakan dengan tujuan dan manfaat untuk manusia, termasuk benalu,” ujarnya.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi atas temuan yang menurutnya sangat bermanfaat ini. Temuan Prof Athiroh mendukung terhadap program pendidikan dokter yang distingsinya adalah obat herbal.
“Ciri dari pada seorang ilmuan, telah digambarkan Al-Quran, Al-Imran ayat 190 – 191. Orang yang hidup adalah orang yang mampu melakukan perubahan, hal baru, membuat kemajuan, progresif, berorientasi positif, dan memberi manfaat untuk orang lain,”tuturnya.
“Prof Atiroh memberi manfaat begitu besar bagi kehidupan manusia. Belakangan ini banyak terkena hipertensi. Hasil temuan ini mendapat banyak penghargaan tingkat nasional, yang kita sebut produk ini sebagai anti-hipertensi,” lanjut Prof. Maskuri.
Tidak hanya selesai dalam penelitian, Unisma terus berupaya melakukan hilirisasi hasil riset. Pihaknya juga terus mendorong peningkatan akreditasi internasional dan sumber daya manusia.
BACA JUGA: Wisuda Periode 121 UM, Ketua Senat Akademik Beberkan Konsep Kampus Excellence dalam Inovasi
Dalam waktu dekat ini, Unisma akan mengukuhkan 2 gubes baru, yaitu Dr. Dyah Werdiningsih dari FKIP dan Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, M.P. dari Pertanian. Total Unisma sudah menghasilkan 20 guru besar, dalam waktu dekat Rektor Unisma menargetkan 10 gubes baru.
“Segera disusul professor baru, yang saat ini sudah berada di LLDikti dan di Jakarta untuk segera diproses. Kita dorong untuk terus maju, percepatan guru besar . Tim sukses sudah kita siapkan, bagi semua yang sudah doktor segera ambil peran. Kita punya prinsip, gercep, dan gpl (gak pake lama) untuk jadi gubes,” kata Prof Maskuri mengakhiri. (dan/nap)






