Jember (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar bersama kandidat presiden Anies Rasyid Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan bertemu dengan para ulama, Kamis (28/9/2023).
Dalam orasi politiknya, Muhaimin menjelaskan tujuan kedatangannya ke Jember. “Saya beserta Mas Anies sowan Kiai Muhyiddin. Yang pertama tentu saja mohon izin sekaligus pamit untuk berjuang merebut kepemimpinan nasional di masa akan datang,” katanya.
Berikut transkrip pidato Muhaimin.
Sungguh saya berterima kasih, meskipun waktunya sangat mepet, akhirnya saya bisa menyertai Mas Anies, membawa Mas Anies sowan kepada kiai-kiai se-Kabupaten Jember ini. Sebetulnya agak leluasa kalau naik heli. Saya gak tahu ini kenapa helinya gak bisa ikut. Kalau melarat mbok jangan dikethokno gitu. Keterlaluan ini. Kalau ada heli kita di sini bisa tiga jam. Tapi karena gak ada heli maka kita harus batasi betul waktu. Inilah gak ngerti antara pentingnya waktu sama uang, masih memilih uang rupanya. Maklum biasa miskin.
Saya beserta Mas Anies sowan Kiai Muhyiddin. Yang pertama tentu saja mohon izin sekaligus pamit untuk berjuang merebut kepemimpinan nasional di masa akan datang. Sekalugus mohon doa restu dan dukungan kepada Kiai Muhyiddin, para ulama, dan para kiai dari Kabupaten Jember yang saya muliakan.
Sowan saya ini penting. Karena, Mas Anies, saya dulu diberangkatkan dari Jember yang sangat monumental dua kali. Pertama, setelah pengesahan Undang-Undang Pesantren, saya diberangkatkan 50 ribu kiai dan santri menjadi Panglima Santri Nasional. Kalau panglima TNI bintangnya empat, panglima santri bintangnya sembilan. Diberangkatkan dari Jember di alun-alun Jember.
Kedua, saya diberangkatkan untuk nyapres oleh Kiai Muhyiddin sebagai rois syuriah beserta Gus Aab (Ketua) PCNU di rumah Gus Aab. Kumpul banyak kiai waktu itu.
Dalam kesempatan ini, saya mau melaporkan, saya tidak jadi nyapres. Tapi saya jadi nyawapres. Banyak yang nanya kenapa Gus Imin kok mau nyawapres? Karena saya yakin capresnya bisa diajak dwitunggal satu sama lainnya. Seperti yang para kiai saksikan di pemberitaan-pemberitaan, seluruh perjodohan ini prosesnya begitu cepat. Jalan Allah memberi kelancaran tanpa lika-liku berkepanjangan.
Ibarat perjodohan memang pacarannya sama sono, tapi jodohnya sama sini. Kira-kira gitu. Inilah yang disebut jodoh di tangan Allah. Pacarannya setahun, untungnya belum diapa-apain. Jodohnya sama Mas Anies.
Jadi ceritanya kalau mau tahu, sejujurnya saya dan PKB ini adalah aliran air deras yang bersumber dari mata air perjuangan politik ahlussunah wal jamaah. Insyaallah saya dan PKB ini adalah mata air yang menjadi pewaris ajaran sekaligus pewaris sejarah perjuangan politik ahlussunah wal jamaah. Mohon doa dan pangestunya seluruh para kiai.
Aliran ini tidak boleh berhenti. Sepuluh tahun aliran ini mengalir deras dalam koalisi pemerintahan Pak SBY. Pak Alwi Shihab jadi menteri, saya jadi menteri, Pak Saifullah Yusuf, Helmy Faisal, siapa lagi waktu itu? Lukman Edi. Itu sepuluh tahun bersama Pak SBY. Air itu mengalir dalam seluruh aliran-aliran pemerintahan dan kenegaraan.
Sejak tahun 2014, air itu bersama PDI Perjuangan mengalir mengawal koalisi pemerintahan yang menjadikan Pak Jokowi presiden dua kali: 2019 hingga insyaallah 2024.
Tahun 2024 air ini juga mencari jalannya. Pacaran ke sana kemari itu sebetulnya cuma cari jalan. Mana jalan kebenaran yang paling tepat dan paling diridoi oleh takdir zamannya. Bahkan saya pada 2021 dipanggil Al Mukarom Kiai Cholil As’ad Situbondo. Saya dipanggil karena saya rutin sowan beliau dan berdiskusi soal perjuangan politik ahlusunnah wal jamaah.
Saya dipanggil Ra Cholil. Beliau bilang: Gus Imin, saya lihat langitnya sampeyan itu jodohnya bukan dengan siapa-siapa tapi dengan Mas Anies Baswedan. Tahun 2021. Karena ini berita langit, maka berita langit belum tentu bisa dilaksanakan, karena harus melihat fakta bumi. Saya renungkan, tidak saya terima, juga tidak saya tolak.
Tapi setelah perenungan panjang itu, saya juga tanda tanya, karena waktu itu Mas Anies masih gubernur. Bahkan bisa dibilang perintahnya Kiai Cholil itu, kalau bahasa sekarang, ‘gak bahaya tah’. Saya kira begitu. Saya endapkan, PKB endapkan. Akhirnya air perjuangan ahlussunnah wal jamaah itu mengalir hingga pada satu titik, berkoalisi dengan yang kemarin sebelum bersama Perubahan.
Pada titik tertentu, air yang deras ini tidak boleh berhenti terlalu lama. Ibarat kalau air terlalu lama berhenti disebut ngecembeng. Ngecembeng terlalu lama biasanya bisa jadi peceren, bisa jadi comberan. Tidak boleh berhenti. Ketika jalannya pacaran yang lama itu mentok, tidak jelas arahnya, kita kemudian rapat koordinasi nasional. Dalam rapat koordinasi nasional itu diputuskan, kita tidak boleh berhenti. Tetapi harus terus mencari jalan keluar agar aliran perjuangan aswaja ini tidak berhenti dan terus mengalir dengan derasnya.
Alhamdulillah, tiba-tiba dapat kabar Mas Anies juga mandeg. Pacaran sama yang sono juga gagal. Walhasil jomblo ketemu jomblo. Ketemuanlah saya dengan Bang Surya Paloh dalam waktu yang singkat.
Ketika saya ditanya (Surya Paloh), PKB apa maunya, Pak Muhaimin?
(Muhaimin:) Lho saya capres.
(Surya Paloh:) Tidak bisa, Nasdem juga maunya capres. Duluan Nasdem mendeclare Anies dibanding PKB mendeclare Gus Imin.
(Muhaimin:) Duluan saya, saya sudah Hari Santri yang lalu.
Terjadilah perdebatan panjang. Akhirnya gak ada yang ngalah, akhirnya dicari jalan keluar. Jalan keluarnya adalah saya dan Mas Anies adalah dwitunggal yang tidak bisa dipisahkan dalam satu proses politik, mulai dari nikah cepet tanggal 2 September 2023, langsung dilakukan nikah siri. Insyaallah akan kita bawa ke KPU pada 19 Oktober yang akan datang. Mohon doanya, mohon restunya. Semoga nikah siri ini membawa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Dan kader-kader ini menjadi anak-anak yang qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama (menjadi penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa, red). Amin ya robbal alamin.
Ternyata nyambung, saat haji kemarin saya ketemu seorang kiai dari Jawa Tengah. Beliau bilang, gak ada jalan kamu sama pacar lamamu. Ini jalan yang terbaik. Saya sudah istikharah. Saya akhirnya pada tanggal 29 Agustus ketemu Bang Surya Paloh. Tanggal 29 malam telepon sekretaris Dewan Syuro PKB Jawa Tengah yang ahli istikharah. Saya tanya: coba dicek, Qurannya gimana kalau koalisi sama Mas Anies.
(Dia mengatakan) ini kebetulan saya lagi di Mekah. Kasih saya waktu empat jam untuk ngecek.
Istikharah kok empat jam. Setengah jam, saya bilang.
Ternyata benar lima jam, beliau baru menelepon saya. Beliau jawab: hasil istikharah saya bunyinya: wata’awanu Alal birri wattaqwa wala ta’awanu Alal Ismi Wal udwan. Itu kalau bahasa Jembernya, tinggalkanlah pacar lama, ikuti pacar yang baru. Kira-kira seperti itu.
Wata’awanu Alal birri wattaqwa wala ta’awanu Alal Ismi Wal udwan.
Berdasarkan diskusi singkat cepat, akhirnya DPP PKB memutuskan, pada 2024 mohon restu para kiai, mohon doa para kiai, mohon dukungan para kiai, insyallah PKB akan mengusung dwitunggal Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Kok ndilalah singkatannya Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ini Amin. Jadi kalau ada yang kampanye Amin, Bawaslu pun tidak boleh melarang. Amin ya robbal alamin. Jadi orang bilang kampanye di masjid tidak boleh. Tapi insyallah kecuali salat duhur dan asar selalu bergema waladdolin. Amin. Yang keras dong aminnya. Begitulah kira-kira.
Kenapa ini terjadi? Panjang historisnya juga ada. Saya sama Mas Anies kenal lama. Sama-sama aktivis di Jogjakarta. Saya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Mas Anies di Fakultas Ekonomi UGM. Sama-sama di era Orde Baru. Tiga gerakan yang kita pilih: gerakan pemikiran, gerakan kritis, gerakan demo, dan gerakan perubahan. Gerakan perubahan dari rezim otoritarianisme kepada rezim demokrasi. Alhamdulillah berakhir.
Dan yang kedua, ini mungkin sahabat-sahabat di Jember, kiai-kiai juga belum tahu, Mas Anies ini cucu AR Baswedan. Beliau adalah salah satu tokoh perintis dan pejuang kemerdekaan. Lokasinya di Surabaya. Bersamaan juga dengan kakek buyut saya, Mbah Bisri Sansuri yang waktu itu Mbah Bisri adalah komando markas besar ulama di Surabaya.
Jadi insyaallah kami akan meneruskan amanah juang kakek-kakek kami untuk menjaga NKRI bagi terwujudnya perbaikan, penyempurnaan, dan kemajuan, serta perbaikan bangsa kita.
Untuk para kader PKB, kenapa PKB setuju dengan Koalisi Perubahan. Sebetulnya kita mengusulkannya waktu itu koalisinya adalah Koalisi PBNU. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Tapi hasil diskusi panjang lebar, tetap disepakati namanya Koalisi Perubahan.
Kenapa Koalisi Perubahan? Saya sangat setuju, karena saya tahu nasib kader NU di Jember gak berubah-ubah. Betul apa betul? Yahmono yahmene nasibe ya ngona-ngono ae. Insyallah bersama Amin kita mengubah nasib menjadi lebih baik. Amin ya robbal alamin.
Perubahan juga bermakna bahwa kita terus harus menyempurnakan berbagai kekurangan, ketidaksempurnaan, kealpaan. Innallaha la yughayyiru ma bi qoumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim. (Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri, red).
Inilah spirit perubahan. Hijrah, bergeser dari kejumudan, kemunduran, ketertindasan menjadi merdeka, kuat, mandiri, dan kokoh. Dari pengangguran menjadi kerja. Dari rendah menjadi naik. Dari tergantung impor menjadi mandiri di bidang pangan. Amin ya robbal alamin.
Inilah spirit perubahan yang kita minta Mas Anies menjelaskan, spirit perubahan kayak apa yang akan kita raih pada 2024 yang akan datang. Intinya saya sama Mas Anies adalah bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh perjalanan sejarah panjenengan sedaya, sesepuh kita semua. Warisan sejarah, dan tentu saja kelanjutan dari amanah warisan ajaran politik ahlussunnah wal jamaah.
Dari situ, insyallah, kami berdua yang didukung oleh berbagai kalangan. Saya sendiri kaget, waktu deklarasi tanggal 2 September di Hotel Mojopahit Surabaya. Kita mengira yang penting pengumuman, yang penting ada peresmian sederhana. Tapi luar biasa. Sambutan dari seluruh tanah air, dari Aceh hingga Papua. Luar biasa. Keinginan perubahan, keinginan perbaikan nasib, keinginan membawa kemajuan lebih cepat lagi begitu derasnya.
Kemarin di Makassar terkumpul di luar dugaan, memecahkan rekor 1 juta orang lebih kumpul di Makassar meneriakkan keinginan perubahan dan perbaikan nasib. Amin ya robbal alamin.
Mas Anies, PKB di Jember ini juga luar biasa. Tidak pernah kecil. Besar terus. Ini Ayub agak kurus, dulunya gemuk, karena mungkin tanda-tanda mau kampanye. Jadi Jember ini basis kita.
Saya ingin sampaikan kepada para kiai, para kader insyallah duet Anies-Muhaimin ini akan memperbesar PKB di seluruh tanah air kita. Insyallah target kita 100 kursi akan terpenuhi. Insyallah akan jadi kekuatan yang baik dan menentukan lebih cepat kemajuan bangsa.
Saya juga sebelum memutuskan Koalisi Perubahan dan Mas Anies juga sowan ke Kiai Mun’im DZ. Kiai Mun’im DZ ini pimpinan tertinggi PKPNU. Kenalkan?
Kiai Mun’im saya tanya. Ini begini, kita berubah keadaan. Pacar lama harus kita akhiri, kita menemukan pacar baru. Kaget dia. Beliau bilang: wah ini menurut saya justru terbaik.
Kata Kiai Mun’im, kenapa terbaik? Inlah yang disebut koalisi kafa’ah. Apa itu? Koalisi perkawinan satu kufu. Seimbang, sejajar, equal. Setara. Kufu. Kafa’ah. Supaya apa? Supaya kita bersinergi. Bahu-membahu. Enak dirasakan bareng. Jangan sampai enak dinikmati sendiri, yang lain menunggu.
Inilah koalisi kafa’ah. Kita ingin sejajar, seimbang, equal. Insyallah akan mempercepat proses, tantangan kita atasi bersama-sama. Jangan juga pengalaman-pengalaman tidak enak. Ada keluarga yang dibangun tidak sekufu, merasa lebih besar dengan koalisi yang lainnya. Sering ninggal. Itu namanya tidak sekufu. Kok jadi curhat.
Insyallah koalisi kafa’ah tidak ada yang ditinggal. Semua sejajar. Semua bersama-sama. Setuju ya? Kalau setuju saya ingin 2024 Jember PKB menang mutlak. Bupati kembali di tangan PKB. Amin. Dan saya ingin pasangan Amin menang mutlak di Kabupaten Jember 2024.
Saya ingin mohon dukungan, disampaikan kepada seluruh yang tidak hadir, bahwa insyallah Amin akan sungguh-sungguh, akan terus bekerja, menata bangsa ini lebih baik, dan insyallah aliran politik perjuangan ahlusunnah wal jamaah itu jauh lebih produktif. Terwujudnya sumber daya alam yang dinikmati seluruh bangsa kita. APBN yang berkeadilan dan berkeadaban. Kebijakan policy yang memihak kepada kaum mustad’afin. [wir]






