Sleman (beritajatim.com) – Wilayah DIY secara keseluruhan sudah mengalami darurat kekeringan. Hal ini akibat musim kemarau berkepanjangan serta dampak dari El Nino.
Dari sekian banyak sektor yang paling terasa dan sangat berampak dalam kekeringan berkepanjangan ini adalah sektor pertanian.
Beberapa kawasan seperti Kulon Progo, Gunungkidul, Bantul dan Kota Yogyakarta sudah melakukan sejumlah antisipasi mengatasi bencana kekeringan. Tak ketinggalan di Kabupaten Sleman juga melakukan hal serupa.
Sebagai wujud antisipasi kekeringan air di musim kemarau, Sleman menganggarkan dana senilai Rp8,8 miliar. Dana ini diperuntukkan untuk pembangunan sumur ladang, sumur irigasi air tanah dangkal serta perbaikan jaringan air tersier. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi bencana ekekeringan ditengah musim kemarau berkepanjangan ini.
Bupati Sleman Kustini Rabu (27/9/2023) mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya kerugian dari musim kemarau yang dapat berdampak hingga menjadi krisis pangan. Meskipun Kustini menjelaskan, hingga saat ini belum ada dampak signifikan di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA:
Sleman Gelar Pasar Murah dan Intervensi Pasar untuk Pengendalian Inflasi
“Kita harus berupaya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan. Khususnya dalam mengatasi dampak El Nino ini kita lakukan upaya untuk menjamin ketersediaan air, baik untuk sawah maupun kolam,” kaat Bupati.
Bupati berharap, pembangunan ini dapat memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan produktivitas pertanian serta perikanan di Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan, dampak fenomena El Nino semakin memberikan pengaruh terhadap menurunnya persediaan air sawah maupun kolam yang menurunkan produksi pertanian.
BACA JUGA:
Kekeringan dan Gagal Panen, Kabupaten Sleman Gelar Pasar Murah
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan memfasilitasi bantuan berupa 74 unit sumur ladang, 5 unit Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD) dan 34 paket Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Bidang Tanaman Pangan dari Bidang Tanaman Pangan. Kemudian dari Bidang Hortikultura dan Perkebunan berupa pembangunan 10 paket sumur ladang.
“Selanjutnya Bidang Peternakan berupa pembangunan 3 paket IATD dan Bidang Perikanan berupa pembangunan 4 unit sumur. Dan anggaran pelaksanaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus bidang Pertanian dan Dana Alokasi Khusus Bidang Perikanan,” tutup Pramono. [aje/beq]






