Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Nasional Demokrat dan Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB) DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pemerintah daerah setempat untuk membantu pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama.
“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengalokasikan anggaran perencanaan pembangunan RSNU dalam Perubahan APBD 2023 dan ditindaklanjuti dengan rencana penganggaran pembangunan dalam APBD 2024,” kata David Handoko Seto, Ketua Fraksi Partai Nasdem, dalam sidang paripurna pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023, di gedung DPRD Jember, Senin (25/9/2023) malam.
Menurut David, alokasi anggaran itu merupakan bentuk komitmen Bupati Hendy Siswanto untuk bersinergi dengan lembaga resmi yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. “Ini akan menjadi peninggalan yang sangat monumental pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Gus Firjaun,” katanya.
Sementara itu, juru bicara Fraksi GIB Reza Fatony Amanullah mengingatkan bahwa Bupati Hendy Siswanto ikut serta meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit NU Jember bersama Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Yahya Cholil Staquf tahun lalu.
“Kami, sebagai bagian dari rakyat Jember tentu sangat berharap pembangunan RSNU ini bisa menjawab kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang selama ini dikover oleh beberapa rumah sakit daerah maupun swasta di Jember,” kata Reza.
Menurut Reza, RSNU masih sangat membutuhkan perluasan dan pembebasan lahan, pengadaan alat kesehatan, pembangunan ruang rawat inap dan tempat instalasi limbah medis maupun lainnya. “Kami sangat berharap Pemkab Jember memberikan support dan bantuan terhadap kebutuhan pembangunan RSNU tersebut, agar segera bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Peletakan batu pertama RSNU Jember dilaksanakan di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Rabu (18/5/2022) sore. Saat itu, Bupati Hendy Siswanto didaulat menjadi penasihat panitia pembangunan rumah sakit tersebut.
Rumah sakit tersebut berdiri di atas tanah seluas kurang lebih lima ribu meter persegi. Dalam sambutannya, Yahya berharap, rumah sakit tersebut bisa segera terwujud dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Mudah-mudahan ikhtiar mendirikan rumah sakit ini tumbuh subur menjadi ikhtiar yang tepat memenuhi kebutuhan warga masyarakat. Bukan hanya warga NU saja, tapi warga masyarakat lebih luas, yang ini nanti kalau kita jalankan sebaik-baiknya, tentu akan membantu beban di pundak pemerintah,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto saat itu mengapresiasi pendirian RSNU ini. “Kami bukan hanya men-support untuk mewujudkan rumah sakitnya saja. Tapi tentunya operasionalnya nanti kami punya dokter spesialis cukup banyak, yang akan men-support Rumah Sakit NU ini,” katanya
Menurut Hendy saat itu, BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit di Jember baru 46,1 persen. “Masih kurang 836 tempat tidur. Jadi di Jember masih banyak orang sakit, tidak ada tempat tidurnya. (Dirawat) di rumahnya,” katanya.
Hendy berharap RSNU segera terwujud. “Yang kita perlukan, rumah sakit di Jember ini punya spesialis seperti penyakit jantung dan kanker. Alhamdulillah, baru tiga hari lalu, Rumah Sakit dr. Soebandi baru melakukan operasi jantung terbuka pertama kali dan alhamdulillah berhasil. Di Jember, ada 15.100 orang sakit jantung per tahun yang harus dibawa ke Surabaya dan RSUD Syaiful Anwar Malang,” katanya.
Hendy memerintahkan kepada jajaran birokrasi agar mempermudah semua proses perizinan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU). “Apa yang kurang, kita penuhi. Yang penting membuat rumah sakit baik tujuannya untuk masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan bisa segera dioperasionalkan,” katanya saat itu. [wir]






