Surabaya (beritajatim.com) – Jenazah kekasih Rosi yang tenggelam di Sungai Karah Wonokromo, Kota Surabaya, sudah ditemukan, Jumat (22/9/2023) pagi. Jenazah itu dikenali sebagai Gilang, berdasarkan ciri identik berupa tato di tangan kiri itu ditemukan oleh warga di sekitar Jalan Joyoboyo, 600 meter dari tempat sepeda motor Honda Vario merah AG 2939 US pertama kali ditemukan.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat mengatakan, penemuan jenazah pria itu pada pukul 06.07 WIB. Jenazah pria yang ditemukan sesuai dengan ciri-ciri Gilang. Dari penemuan jenazah Gilang, diduga keduanya mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke Sungai Karah.
“Ciri-cirinya sama. Sudah diperiksa luar oleh tim Inafis. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo,” ujar Buyung, Jumat (22/9/2023).
BACA JUGA:
Polisi Lacak Kekasih Pemilik Motor Misterius di Sungai Karah
Saat ini, Kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kronologi meninggalnya pasangan kekasih ini. Petugas Polsek Wonokromo dan Unit Resmob Polrestabes Surabaya masih mencari saksi yang sempat melihat kedua kekasih itu bertengkar di pinggir sungai.
Sebelumnya, sebuah motor dan tas misterius ditinggal pemiliknya di pinggir Sungai Karah, Jalan Gunung Sari, Kamis (21/09/2023). Motor Honda Vario Merah dengan plat AG 2939 US dengan dua helm warna hitam itu diduga sudah ditinggalkan pemiliknya.
Hanya berselang beberapa jam, petugas gabungan menemukan Pemilik motor misterius di Gunungsari tewas dengan luka lebam di tangan kanan. Diketahui bahwa pemilik motor yang tewas adalah Rosi Happy Septiana (25) warga Nganjuk.
BACA JUGA:
Pemilik Motor Misterius di Sungai Karah Ditemukan Tewas
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu I Made Sutanaya mengatakan petugas menduga bahwa Rosi Happy Septiana saat meninggalkan motor bersama dengan kekasihnya bernama Gilang. Saat ini, petugas kepolisian masih mencari keberadaan Gilang. Belum diketahui apakah Gilang ikut meloncat ke sungai Karah di Jalan Gunungsari.
“Kami belum tahu apakah Gilang ini juga ikut loncat atau bagaimana. Karena minimnya saksi di lapangan,” ujar I Made Sutanaya di lokasi, Kamis (21/9/2023).
Happy ditemukan tewas mengambang dengan menggunakan baju sweater berwarna biru dongker. Baju Happy juga robek dibagian tangan kanan atasnya. Belum diketahui pasti apakah sempat terjadi penganiayaan kepada Happy.
“Ditemukan 300 meter dari titik awal diduga lompat pertama. Kalungnya masih ada. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari RSUD. dr Soetomo,” imbuh Made. [ang/beq]






