Ponorogo (beritajatim.com) – Daerah di Kabupaten Ponorogo yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang, jumlahnya bertambah. Semula hanya 1 daerah, yakni di Dusun Jenggring di Desa Duri Kecamatan Slahung, kini total ada 5 dusun yang mengalami kekeringan.
Hal itu berdasarkan bertambahnya jumlah permintaan droping air bersih kepada BPBD Ponorogo. Dari data BPBD Ponorogo, permintaan droping air bersih dari awal di Dusun Jenggring, kemudian bulan September ini bertambah, yakni Dusun Krajan di Desa Wates Kecamatan Slahung, Dusun Sukun di Deaa Sidoarjo Kecamatan Pulung, Dusun Dungus di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung dan di Desa Dayakan Kecamatan Badegan.
“Berdasarkan assesment yang kita lakukan pada pertengahan bulan September ini, ada pertambahan dusun yang harus dibantu droping air bersih,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Kamis (21/08/2023).
Baca Juga: Bupati Jombang Gagal Menghidupkan Pasar Ngrawan Tembelang
Droping air bersih ke dusun-dusun yang mengalami kekeringan itu berbeda-beda jumlahnya. Ada yang dalam waktu seminggu didroping sebanyak 2 kali dengan 1 unit truk tangki dengan kapasitas 6.000 liter air bersih. Ada juga yang dalam seminggu hanya didroping hanya sekali.
“Contoh di Dusun Dungus Desa Karangpatihan itu seminggu didroping hanya sekali. Sebab di sana ada pamsimas, dan kebetulan musim kemarau ini debit airnya mengecil. Jadi kita droping air untuk mendukung pamsimas yang debit airnya berkurang,” katanya.
Dusun-dusun yang bulan ini melakukan permintaan air bersih ini, masuk ke dalam 42 dusun di 26 desa dari 10 Kecamatan yang masuk pemetaan BPBD Ponorogo yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemetaan potensi kekeringan yang dilakukan oleh BPBD Ponorogo ini, dilakukan karena kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino.
Baca Juga: Lisa, Jennie, dan Jisoo Pilih Tak Lanjutkan Kontrak, Saham YG Entertainment Turun Drastis
“Beberapa dusun yang meminta droping air bersih ini, masuk ke dalam 42 dusun yang masuk pemetaan BPBD Ponorogo yang berpotensi mengalami kekeringan,” pungkas Masun. (End/ian)






