Lamongan (beritajatim.com) – Tujuh kepala desa (kades) antar waktu resmi dilantik Bupati Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan. Pelantikan berlangsung pada Selasa (19/9/2023).
Bupati Yuhronur mengatakan bahwa Kades (Kepala Desa) merupakan leader, katalisator, inovator, dan harmonisasi bagi wilayah masing-masing.
Makna katalisator sendiri, menurut Yuhronur, merupakan penyeimbang antara keinginan dan kebutuhan masyarakat dengan apa yang dimiliki oleh pemerintah.
“Kades sebagai seorang katalisator harus terus mensinkronkan berbagai program, berbagai kegiatan, dan kebutuhan masyarakat di desanya masing-masing, sekaligus terus menyesuaikan rencana pembangunan masyarakat desa atau RPJMDesnya untuk terus berkelanjutan,” kata Yuhronur.
“Sebagaimana yang telah direncanakan oleh Kepala Desa yang sebelumnya. Kepala desa juga harus terus berinovasi dan menjadi harmonisasi bagi masyarakatnya,” tambahnya.
BACA JUGA:
Lamongan Gelar Gerakan Pangan Murah, Kendalikan Inflasi
Tidak hanya itu, Yuhronur menegaskan bahwa terdapat berbagai tantangan yang menjadi fokus untuk dapat diselesaikan bersama. Tantangan-tantangan itu meliputi permasalahan kemiskinan, stunting dan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Lamongan.
“Pasti ada program yang menjadi tantangan kita bersama, yang pertama adalah kemiskinan, di Kabupaten Lamongan ini walaupun terjadi penurunan yang sangat signifikan dari tahun kemarin tapi kemiskinan kita masih 12 persen, artinya kita masih 2 digit,” paparnya.
“Target kita adalah bagaimana kita berusaha agar angka kemiskinan ini menjadi satu digit. Kemudian juga angka stunting di Kabupaten Lamongan ini yang masih tinggi. Mari terus lakukan koordinasi agar target penurunan 14 persen angka stunting bisa kita capai,” tambahnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Lamongan ini juga berharap agar para Kades antar waktu yang baru saja dilantik bisa terus berinovasi dan meningkatkan kreativitasnya.
BACA JUGA:
RS Apung Laksamana Malahayati Gelar Pengobatan Gratis di Lamongan, Diserbu Masyarakat Pesisir
“Berikutnya adalah tingkat pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, walaupun angka pertumbuhan ekonominya juga naik namun demikian tingkat pengangguran terbuka ini masih menjadi tantangan kita bersama, untuk itu Kades harus terus berinovasi agar tercipta lapangan kerja baru di desa,” tutupnya.
Tujuh kades antar waktu terpilih itu yaitu:
1. Winarti, Kades Karangwedoro, Kecamatan Turi,
2. Moh. Naufal Al Bardany, Kades Gedongboyountung, Kecamatan Turi,
3. Abdul Wahid, Kades Plosobuden, Kecamatan Deket,
4. Bagus Dwi Saputra, Kades Sidomulyo, Kecamatan Deket,
5. Yuni Asaroh, Kades Ardirejo, Kecamatan Sambeng,
6. Suryadi, Kades Mlati, Kecamatan Kedungpring, dan
7. Tri Agus Susanto, Kades Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang.
[riq/beq]






