Sumenep (beritajatim.com) – Inovasi yang diciptakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep berupa alat pendeteksi lokasi kecelakaan laut atau Sistem Keamanan Pelayaran (SiKaPal), mengantarkan Kabupaten Sumenep meraih juara utama kategori Inisiatif Pemerintah Daerah Inspiratif APDI 2023.
SiKapal yang digagas Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo tersebut berawal dari kecemasan sulitnya mengetahui titik ordinat lokasi kejadian apabila terjadi kecelakaan laut (laka laut) perahu nelayan. Akibatnya, pencarian, penemuan, dan evakuasi korban cenderung membutuhkan waktu lama.
“Kabupaten Sumenep ini merupakan daerah yang memiliki banyak wilayah kepulauan yang sebagian besar penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan tradisional. Nah, alat yang kami sebut SiKaPal ini sangat dibutuhkan sebagai pendeteksi apabila terjadi laka laut,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Senin (18/9/2023).
SiKaPal resmi diluncurkan pada Juli 2023. Tahap awal, ada 20 alat SiKaPal yang telah diberikan kepada perahu nelayan atau kapal rakyat di Kepulauan Sapeken.
“Nantinya alat SiKaPal ini akan ditambah setelah berkoordinasi dengan sejumlah kepala desa yang memiliki wilayah laut,” terang Fauzi.
BACA JUGA:
Parade Busana ‘Madura Ethnic Carnival’ di Sumenep Tampilkan Ragam Budaya
Pada perahu nelayan yang telah dipasangi alat SiKaPal, apabila terjadi kecelakaan laut, maka secara otomatis memberi informasi lokasi kecelakaan ke Call Center 112 (posko pelayanan kedaruratan Sumenep). Dari posko Call Center tersebut akan diteruskan ke Basarnas dan instansi terdekat.
“Alhamdulillah, SiKaPal ini ternyata meraih juara utama kategori Inisiatif Pemerintah Daerah Inspiratif pada malam puncak Apresiasi Pemerintah Daerah Indonesia (APDI) 2023. Penghargaan ini patut kami syukuri. Ini menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Bupati Fauzi usai menerima piala penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
BACA JUGA:
Raih Emas, Voli Pantai Beregu Putri Sumenep Pertahankan Juara Porprov Jatim
Sementara Kepala Diskominfo Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya menjelaskan, alat SiKaPal ini seperti ‘black box’ atau kotak hitam dalam pesawat penerbangan komersial. Penggunaan alat ini untuk memudahkan upaya pencarian atau pertolongan cepat ketika terjadi kecelakaan laut yang menimpa nelayan.
“Alat pendeteksi ini terkoneksi dengan reserver Call Center 112, sehingga jika terjadi kejadian buruk di laut, Anak Buah Kapal (ABK) atau nelayan bisa menekan tombol ‘panic button’. Radar keselamatan ini akan memancarkan sinyal secara terus menerus selama 5 hari,” terangnya.
Alat SiKaPal selain mendeteksi lokasi kecelakan laut, juga bisa mendeteksi kondisi kapal atau perahu yang mengalami kebocoran melalui sensor otomatis yang akan memberikan pesan pada nahkoda kapal. [tem/beq]






