Magetan (beritajatim.com) – Pengerjaan Gedung Literasi Magetan tahap III dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar minus 36,81 persen. Proyek yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan itu dikerjakan oleh CV Tumpu Harapan asal Kulon Progo, Yogyakarta.
Selisih nilai kontrak dengan HPS paket senilai Rp618.834.200. Atau, turunnya nilai kontrak genap 20 persen dari nilai HPS paket yang senilai Rp3.094.171.000
Pejabat pembuat komitmen dalam proyek tersebut, yakni Rokhmad Zainuddin selaku Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Magetan membenarkan leletnya progres proyek tersebut.
Baca Juga: 56 Medali Porprov Berhasil Diboyong Kontingen Kota Mojokerto
Dia menyebut pekerjaan harusnya berakhir pada tanggal 27 September 2023. Tetapi progres pengerjaan yang semestinya dapat 88,10 persen, baru sampai 51,79 persen.
“Betul, pengerjaanya lambat. Semestinya 88,10 persen ini baru dapat 51,79 persen ya atau telat 36,31 persen dari jadwal,” kata Rokhmad, Sabtu (16/09/2023).
Dia mengaku pihaknya sudah berikan teguran, surat peringatan (SP) 1 telah dilayangkan kepada CV Tumpu Harapan ke kantornya langsung dan Bank Jateng di Kulon Progo.
Baca Juga: Arema FC Gagal Hat-trick Menang, Persita Syukuri Hasil Imbang
Apa yang membuat progres pengerjaan lambat? Rocmad menduga jika CV tidak punya modal dan menunggu pencairan dari dinas.
“Biasanya itu dari modal, CV ngak punya biaya untuk pengadaan material sehingga menunggu pencairan,” jelasnya.
Jika sampai tanggal 27 September 2023 tak selesai, maka pihaknya bakal memberikan kesempatan dengan menambah waktu pengerjaan selama 50 hari.
” Dengan konsekuensi denda berjalan ya. Atau bila dimungkinkam ada opsi lain semisal adendum,” katanya. [fiq/ian]






