Surabaya (beritajatim.com) – Hermanto Tanoko, sosok pengusaha sukses yang menguasai bisnis cat Avian dan air minum Cleo, telah menjadi salah satu tokoh “crazy rich” asal Surabaya. Dia terkenal dengan kekayaannya yang mencapai triliunan rupiah.
Meski memiliki harta yang melimpah, pria berusia 60 tahun ini rupanya memilih untuk menjalani kehidupan dengan sederhana dan rendah hati.
Dalam wawancara bersama Denny Sumargo di podcast YouTube, Hermanto Tanoko berbagi kisah perjuangannya menuju kesuksesan saat ini. Ia juga memberikan gambaran tentang bagaimana ia mengelola keuangan pribadinya.
Hermanto Tanoko mengungkapkan bahwa ia hanya menghabiskan uang jutaan rupiah dalam sebulan, dan bahkan tidak pernah berbelanja sebanyak yang mungkin diharapkan dari seseorang dengan kekayaannya.
“Saya hidupnya sangat hemat. Saat ini kalau yang saya pakai jutaan saja,” ucapnya.
BACA JUGA: Pentas Musisi Jalanan di Surabaya Hari Ini, Ada Trisuaka hingga Klantink Tiket Gratis
Keiritan Hermanto Tanoko tampak begitu ekstrem hingga ia pernah keluar dari minimarket karena harga minuman yang biasa dia beli naik. Padahal, harga minuman tersebut tidak begitu mahal.
“Kalau pakaian yang semua beli istri. Makan suka yang sederhana makanan Indonesia. Mana ada yang mahal paling kepiting. Saya juga gak berani banyak-banyak. Paling sebulan sekali,” lanjutnya
Meski dikenal sebagai individu yang hemat, Hermanto Tanoko memiliki hati yang besar terhadap orang lain. Bahkan, ia pernah membeli jualan dari pedagang kecil dengan membayar Rp100 ribu.
Profil Hermanto Tanoko
Hermanto Tanoko adalah seorang konglomerat Indonesia yang sering dijuluki ‘Crazy Rich’ asal Surabaya. Menurut peringkat Forbes Real Time Billionaires, Hermanto menempati peringkat ke-14 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Saat ini, kekayaan Hermanto Tanoko mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp30,70 triliun. Kekayaannya ini berasal dari sejumlah bisnis yang dikelolanya.
BACA JUGA: Bikin Salah Fokus, Ini Harga Kebaya Nagita Slavina di Acara 7 Bulanan Aurel Hermansyah
Pria kelahiran Malang bulan September 1962 ini bersama kakaknya, Wijono Tanoko, mengendalikan beragam subholding melalui Tancorp, yang mencakup distribusi, hospitality, retail, health and beauty, hingga properti.
Grup bisnis ini mengelola lebih dari 300 merek yang dikelola oleh 38 unit bisnis dengan lebih dari 11.000 karyawan.
Kesuksesan yang diraih Hermanto Tanoko tidak datang dengan mudah. Ayahnya, Soetikno Tanoko, adalah seorang petani miskin yang berimigrasi ke Indonesia untuk mencari keberuntungan. Bahkan, Hermanto lahir dalam kandang ayam berukuran 1,5 meter x 9 meter karena saat itu keluarganya sedang merintis usaha.
Pada masa kecilnya, Indonesia sedang mengalami perubahan politik, di mana keturunan Tionghoa yang memiliki status WNA harus dipulangkan ke negara asal mereka dan dilarang berdagang di Indonesia. Keluarga Hermanto Tanoko terpaksa berpindah-pindah tempat tinggal, bahkan ia tidur di emperan toko dan vihara.
Pada usia 10 tahun, Hermanto sudah membantu menjaga toko cat milik ayahnya, dan beberapa tahun kemudian, ayahnya membeli sebuah apotik di dekat rumah mereka, yang juga dijaga oleh Hermanto.
Dengan perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan dedikasi, Hermanto Tanoko berhasil mencapai puncak kesuksesan dan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan bisnis yang berkembang pesat. Kisah inspiratifnya memberikan pelajaran tentang kebijakan keuangan dan tekad yang kuat untuk mencapai impian. (mnd/nap)






