Sidoarjo (beritajatim.com) – Puluhan warga yang mengaku terkena dampak pembangunan proyek perumahan Citra Garden di RT 10 RW 03 Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Sidoarjo melakukan unjuk rasa, Selasa (12/9/2023).
Aksi warga ini dipicu oleh dampak yang ditimbulkan oleh proyek PT Cahaya Fajar selaku pengembang perumahan Citra Garden. Pihak pengembang dinilai tidak memperdulikan pengaduan warga atas kerusakan beberapa rumah yang diduga akibat pembangunan perumahan tersebut. “Keretakan rumah warga akibat terkena getaran alat berat,” ucapnya.
Selain keretakan pada rumah warga, banyak dampak yang timbulkan atas proyek tersebut. Debu dan suara bising yang diakibatkan lalu lalang kendaraan proyek, juga dinilai mengganggu. “Akibatnya lantai rumah warga cepat kotor dan warga merasa tidak nyaman,” terangnya.
Sudiyono menyatakan sudah mengirimkan pengaduan ke PT Cahaya Fajar dengan mengajukan permohonan kompensasi secara tertulis akibat kerusakan dan ketidaknyamanan warganya tersebut.
“Kami sudah mencoba membangun komunikasi dengan pihak perumahan terkait pengaduan warga tersebut. Namun sampai saat ini belum ada titik temu, karena itu kami hari ini melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir atau menutup akses jalan menuju proyek perumahan,” tegasnya.
Rumah warga yang mengalami kerusakan diantaranya rumah milik Agus warga RT 10 RW 03 Desa Entalsewu Kec. Buduran. Bagian tembok rumah retak-retak dugaan akibat getaran alat berat yang beroperasi di sejarak
25 meter dari proyek.
Yuni tetangga Agus, rumahnya juga mengalami hal sama. Bahkan Yuni menunjukkan keretakan rumahnya yang lebih parah dari rumah Agus. Yuni khawatir rumah yang di tinggali bersama anak-anaknya tersebut akan ambruk.

Dalam aksi warga, pihak pengembang merespon dan mengajak perwakilan warga berdialog di Balai Desa Entalsewu. Dialog juga dihadiri Ketua BPD dan Kades Entalsewu, Camat, Kapolsek dan Danramil Buduran.
Dari hasil dialog, PT Cahaya Fajar meminta waktu paling lambat dua minggu untuk mengambil keputusan terkait tuntutan warga yang meminta kompensasi sebesar Rp 360 juta untuk 60 rumah warga yang terdampak langsung proyek perumahan Citra Garden.
Sementara itu menurut legal PT Cahaya Fajar Didin Ariyono usai dialog memgaku pihak perusahaan sudah menyerahkan uang sebesar Rp 3,6 milliar kepada Pemdes Entalsewu.
“Kami tidak tahu seperti apa tehnis pembagiannya, namun kami menganggap tidak ada lagi persoalan di masyarakat terkait kompensasi yang akan menghambat proyek kami di Desa Entalsewu. Faktanya masih ada warga yang menuntut uang kompensasi, maka dari itu kami minta waktu untuk diajukan ke pimpinan,” papar Didin.
Menanggapi hal itu Kepala desa Entalsewu, Sukriwanto menjelaskan bahwa uang Rp 3,6 milliar yang diserahkan oleh PT Cahaya Fajar tersebut dibagikan ke warga Dusun Pendopo Desa Entalsewu saja.
“Uang itu kami sumbangkan ke dua musalla di Dusun Pendopo, masing masing Rp 20 juta, kas RT 9 – 16 masing masing 10 juta, dan pembelian 1 unit mobil truk sampah. “Untuk sisanya kami berikan ke warga Dusun Pendopo Desa Entalsewu,” rinci Sukriwanto. (isa/kun)






