Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemuda di Sidoarjo ingin mengmalkan ilmu kuliahnya lewat politik. Untuk itu, pada pemilihan legislatif 2024 ia mencalonkan diri untuk mengabdi dan memperjuangkan aspirasi warga Sidoarjo.
Itulah keinginan Meilana Prabu Pratama Yudha S.Or bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Tingkat I Provinsi Jawa Timur Dapil II (Kabupaten Sidoarjo) dari Partai Golkar. Ia ingin mengabdikan kepada masyarakat berdasarkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah.
Lulusan Strata 1 Fakultas Kesehatan Olahraga Unesa Surabaya yang akrap disapa Mas Prabu itu memutuskan terjun kedunia politik karena ingin mengamalkan ilmu yang didapatkan melalui jalur politik.
“Selama ini saya sudah berkeliling di wilayah Sidoarjo untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat. Dari situ saya faham betul apa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk kemajuan dalam bidang keolahragaan,” ucapnya, Minggu (10/9/2023).
Pria yang baru saja dilantik menjadi Bendahara Umum Badan Pengurus Wilayah (BPW) Generasi Emas Indonesia (Gesid) itu menambahkan, dari sekian banyak desa yang pernah saya kunjungi masih banyak beberapa hal yang perlu diperbaiki, diantaranya masalah pengangguran, kemiskinan dan juga stunting.
BACA JUGA:
91 Bacaleg di Sidoarjo Tidak Memenuhi Syarat
“Bismillah, jika nanti terpilih, saya akan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di Sidoarjo. Tentunya dengan mengajak semua elemen pemuda yang ada di desa,” tukasnya.
Caleg termuda dengan usia 25 tahun itu mengajak masyarakat Sidoarjo, khususnya pemuda untuk tidak apatis dalam Pemilu 2024. Karena melalui momentum ini bisa merubah bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sidoarjo ke arah yang lebih baik.
“Disini saya akan bekerja dengan efektif dan efisien, saya memantapkan niat saya dimana nantinya saya akan merelakan waktu, tenaga, dan fikiran saya untuk masyarakat Sidoarjo,” imbuh pemuda berdomisili di Desa Pulungan Kecamatan Sedati itu.
Mas Prabu berharap masyarakat harus sadar akan pentingnya pendidikan politik dan proses berpikir, agar tidak salah menilai sosok seorang pemimpin yang dipilihnya. “Memilih wakil rakyat harus benar-benar jeli, jangan seperti memilih kucing dalam karung. Karena menyangkut hajat masyarakat untuk lima tahun ke depan,” pungkasnya. [isa/suf]






