Banyuwangi (beritajatim.com) – Konsep revitalisasi bangunan eks asrama Inggrisan Banyuwangi sudah keluar. Kini berbagai pihak baik Pemerintah Banyuwangi, TNI AD dan Kemnetrian PUPR bakal segera merealisasikannya.
Terbaru, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu langsung dengan KASAD Jenderal Dudung Abdurracman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Dari dua pertemuan itu, menghasilkan kabar gembira. Pasalnya, baik dari TNI AD maupun Kementerian PUPR siap untuk mensupport pembangunan asrama Inggrisan tersebut.
Sehingga, Bupati Ipuk optimis rencana tersebut bakal berjalan lancar. Tinggal menunggu waktu wajah baru kawasan eks kamar dagang Inggris tersebut bakal berubah.
“Semoga dalam waktu singkat revitalisasi asrama Inggrisan menjadi destinasi wisata berbasis cagar budaya ini bisa terwujud. Kami melihat optimisme dari para stakeholder terkait,” ungkapnya.
Bnayuwangi, kata Ipuk, langkah awal akan melakukan pembangunan hunian tentara dan pemindahan klinik dan fasilitas lainnya usai pemindahan dari asrama itu.
“Konsekuensi dari peralihan ini akan menjadi domain Pemda. Untuk kepemilikan aset masih atas nama TNI AD. Sedangkan pengelolaannya akan dibicarakan lebih lanjut. Revitalisasinya, akan dibantu oleh Kementerian PUPR,” jelasnya.
Revitalisasi Asrama Inggrisan, lanjut Ipuk, nantinya tidak akan menghilangkan sejarah yang tersimpan pada cerita. Namun, anak muda Banyuwangi juga dapat mempelajarinya.
BACA JUGA:
Di Sini Tempatnya Jagoan Bisnis Start Up Muda Banyuwangi
Kedepan, konsep arsitektur bangunan juga telah mendapat dukungan dari arsitek terkenal Yori Antar. Kesan lokal yang kental juga akan menghiasi wajah baru kawasan heritage di sisi barat Taman Blambangan tersebut.
“Tentunya juga semoga revitalisasi ini bisa menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, yang memberi dampak ke ekonomi lokal. Yang penting, ini untuk kemaslahatan rakyat Banyuwangi,” pungkas Ipuk. [rin/but]






