Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember mewisuda tujuh orang warga negara asing dan seorang petinggi Komando Daerah Militer V Brawijaya, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). Total ada 751 orang yang diwisuda.
Dari tujuh orang WNA itu satu orang dari Madagskar, lima orang dari Thailand, dan satu orang doktor dari Timor Leste. Sementara petinggi TNI yang diwisuda adalah Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Letkol. (Inf) La Ode Muhammad Nurdin.
Gregorio Quintao, wisudawan dari Timor Leste, bahagia bisa menyelesaikan studi doktor bidang pertanian. “Saya bersyukur bisa mendapatkan dukungan dari dosen, tenaga kependidikan dan kolega selama kuliah di Universitas Jember,” kata pria asal Kabupaten Viqueque ini, sebagaimana dilansir Humas Unej.
Quintao datang ke Jember bersama empat kawannya atas kerja sama pemerintah Timor Leste dan Universitas Jember pada 2019. Namun hanya dia yang memperoleh gelar doktor. Empat kawannya hanya menyelesaikan jenjang pendidikan S2.
Quintao meneliti padi dengan topik kajian Ketahanan Cekaman Abiotik Melalui Pendekatan In Vitro Kalus sebagai Model dalam Mempelajari Respon Ketahanan Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Lokal Timor Leste.
Pegawai Direktorat Nasional Karantina dan Biosekuriti, Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor Leste itu ingin mengangkat jenis padi lokal Timor Leste. Menurutnya, produktivitas padi di negaranya belum sebaik di Indonesia.
“Saya ingin mengembangkan plasma nutfah padi lokal untuk kegiatan pemuliaan tanaman padi. Agar ketersediaan benih padi lokal terjamin hingga di masa mendatang. Apalagi beras merupakan komoditi pangan utama di Timor Leste, sama dengan Indonesia,” kata Quintao.
Quintai menilai Universitas Jember layak menjadi salah satu tujuan mahasiswa dan pegawai Timor Leste untuk melanjutkan studi, karena memiliki akreditasi unggul. Perguruan tinggi ini dinilai kuat dalam kajian bidang pertanian dan perkebunan.
“Kami di Timor Leste juga tengah berbenah dan mengembangkan sektor pertanian yang menjadi dasar perekonomian dan sumber nafkah mayoritas penduduk Timor Leste,” kata Quintao.
Sementara itu, La Ode Muhammad Nurdin bersyukur bisa mencapai gelar doktor di bidang Ilmu Administrasi pada Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Jember. Ia menulis disertasi berjudul “Program Deliberatif Dalam Optimalisasi Kebijakan Bela Negara di Kabupaten Jember”.
Disertasi ini ditulis berdasarkan pengalamannya selama menjadi Komanda Distrik Militer 0824 Jember. “Saya melihat program ini bisa dikembangkan lebih baik dengan inovasi lebih lanjut, tentu dengan kajian akademis yang komprehensif,” kata La Ode.
La Ode dinobatkan menjadi wisudawan terbaik untuk jenjang doktoral dengan IPK 3,88. Sementara itu, Ridho Rizkiantoro, dari Program Studi Magister Bioteknologi dikukuhkan sebagai yang terbaik di jenjang S-2 dengan IPK sempurna alias 4,00.
Prestasi serupa juga diraih Jessica Erlian Savira dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian untuk jenjang S1 dengan IPK 4,00. Putri Lauta Ilmi dari Program Studi Perpajakan FISIP meraih IPK 3,94. [wir]






