Ngawi (beritajatim.com) – Kebakaran hutan lindung di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul masuk Dusun Kembang Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sudah dinyatakan padam. Namun, masyarakat setempat masih khawatir jika kembali terjadi kebakaran. Mereka pun membuat ilaran.
Kepala Dusun Kembang Sudarno mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi pada 4 September 2023 lalu berdampak pada hutan lindung dengan tanaman rimba campur. Namun, dia dn warga lainnya kahwatir jika terjaid kebakaran lagi dan sampai ke hutan produksi yang didominasi tanaman pinus.
“Kami mengantisipasi adanya kebakaran dengan membuat ilaran selebar empat meter. Tidak hanya di hutan lindung, bahkan sampai ke dekat hutan produksi. Pohon pinus mudah terbakar, dan berdampak pada tegakan. Sehingga, kalau sampai terbakar bakal berdampak pada aktivitas warga,” kat Sudarno, Sabtu (9/9/2023)
Untuk petak 33 dan 38 di RPH Manyul yang sempat terbakar sudah dilakukan penyisiran oelh warga dan petugas Perhutani. Mereka memastikan sisa bara api sudah tidak ada lagi.
“Kami menyisir dan segera menimbun sisa bara yang bisa mengakibatkan kebakaran susulan. Kami pakai cangkul dan sabit untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Saat ini sudah kami pastikan tidak ada kebakaran,” lanjut Sudarno.
Untuk luasannya, warga memperkirakan hutan lindung yang terbakar di dua petak itu sekitar 14 hektar. [fiq/kun]
BACA JUGA: 20 KK di Ngawi Jalan Kaki 2 Km, Ambil Air Bersih di Lubang Pinggir Waduk Pondok






