Surabaya (beritajatim.com) – New normal membuat sektor wisata dari luar negeri kembali gencar menjual wisata mereka ke Surabaya. Salah satunya Penang-Malaysia. Menggandeng Astindo (Asosiasi Travel Agent Indonesia), delegasi Penang menggelar roadshow Re-Experience Penang in the 6 Newest Ways (6 cara terbaru untuk menikmati Penang) pada Kamis (7/9/2023).
“Pandemi membuat banyak penerbangan di tutup tetapi sekarang penerbangan Indonesia – Penang sudah mulai banyak dibuka. Terutama penerbangan langsung Surabaya- Penang. Ini membuat kami semakin yakin jumlah wisatawan akan kembali ramai,” ujar Ooi Chok Yan, Chief Executive Officer Penang Global Tourism.
Sebanyak 76 penerbangan langsung per minggu dari dan ke Medan dilayani Air Asia, Lion Air, Citilink dan Firefly. Kemudian 18 penerbangan langsung setiap minggunya dari dan ke Jakarta, yang dilayani Air Asia dan Batik Air.
Juga 11 penerbangan langsung per minggu dari dan ke Banda Aceh diterbangi Firefly dan Batik Air. Serta dua penerbangan langsung per minggu dari dan ke Surabaya, yang dilayani oleh Air Asia.
“Dari Surabaya, meski hanya dua kali penerbangan per minggu tapi load factor (tingkat keterisian pesawat), mencapai 90 persen. Tentunya itu cukup besar,” jelas Chok Yan.
Meski diakui paling kecil, namun pihaknya mengaku tidak mengecilkan pasar wisatawan asal Surabaya. “Karena saat sebelum pandemi, jumlah penerbangan dan load factor dari Surabaya lebih banyak lagi. Nah kami ingin mengembalikan lagi seperti sebelum pandemi untuk pergi ke Penang,” lanjut Chok Yan.
Diakuinya, wisatawan Indonesia yang Penang, banyak yang melakukan wisata kesehatan atau medical tourism. Namun saat ini ada lebih banyak wisata di Penang yang bisa dikunjungi wisatawan Indonesia, seperti wisata alam, wisata sejarah peninggalan masa peranakan, kuliner dan lainnya.
Dalam kegiatan itu, Penang Global Tourism menggandeng Asosiasi Travel Agent (Astindo). Ketua Umum DPP Astindo, Pauline Suharno, dalam kesempatan yang sama mengatakan, saat ini pihaknya juga terus agresif menggandeng berbagai biro wisata baik di dalam maupun luar negeri untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.
“Meski saat ini kami ada kegiatan bersama biro wisata dari Penang, tapi dengan kerjasama kegiatan ini kami ada peluang kerjasama dengan agen wisata di Penang, untuk juga membawa wisatawan ke Indonesia,” ujar Pauline.
Dikatakan kinerja industri pariwisata terus membaik di tahun 2023 ini. Namun memang belum kembali seperti sebelum pandemi atau tahun 2019.
“Sementara dari sisi kinerja travel agent, kami di tahun 2022 lalu mencatatkan penjualan tiket saja senilai Rp 480 miliar di bulan Januari 2022,” jelas Pauline.
Kemudian hingga November 2022 tercatat mencapai Rp 2,6 triliun. Di tahun 2023 ini, rata-rata per bulan mulai Januari hingga Agustus 2023, berkisar antara Rp 2,7 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
“Kami catat kenaikannya mencapai 300 persen,” tambahnya.[rea]






