Ponorogo (beritajatim.com) – Dusun Jenggring di Desa Duri Kecamatan Slahung menjadi satu-satunya wilayah di Ponorogo yang rutin di droping air bersih. Wilayah itu seakan menjadi langganan droping air bersih saat terjadi kekeringan atau musim kemarau seperti saat ini. Sedikitnya ada 60.000 liter air bersih yang sudah dikirim sejak awal bulan Agustus lalu hingga saat ini.
“Dusun Jenggring di Desa Duri Slahung sejak awal Agustus lalu yang rutin kita lakukan droping air hingga saat ini,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun, Kamis (07/09/2023).
Pengiriman air bersih ke Dusun Jenggring ini, dilakukan rutin seminggu 2 kali pada hari Senin dan Kamis. Yakni dengan 1 unit mobil tangki dengan kapasitas 6.000 liter air. Kemudian per tanggal 21 Agustus lalu, ada tambahan droping air dari Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo per 1 unit mobil dengan kapasitas 3.000 liter air. Droping air bersih rutin ke Dusun Jenggring itu, untuk 55 kepala keluarga (KK) dengan total 118 jiwa.
“Mulai akhir Agustus kemarin ada tambahan droping air dari PMI Ponorogo. Sehingga jika ditotal semua, sampai tanggal 4 September 2023, Dusun Jenggring sudah didroping air bersih sebanyak 60.000 liter,” katanya.
BPBD Ponorogo pun telah memetakan daerah-daerah di bumi reog yang berpotensi mengalami bencana kekeringan. Tercatat ada 40 dusun di 26 desa yang berada di 10 kecamatan yang masuk dalam zona rawan bencana kekeringan ini. “Kita siagakan personel dan relawan di daerah-daerah yang masuk zona rawan kekeringan itu. Supaya jika ada permintaan droping air bisa langsung ditindaklanjuti,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA: Diduga Curang, Warga Protes Seleksi Perangkat Desa Tegalombo Ponorogo






