Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan di Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memberikan bantuan peralatan usaha kepada pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di wilayah tersebut, Rabu (6/9/2023).
Penyerahan bantuan ini berlangsung di balai desa setempat. Ratusan warga yang hadir dalam acara itu. Mereka dikelompokkansesuai dengan RT/RW masing-masing, dan peralatan diberikan sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan oleh para penerima.
Bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan usaha, termasuk alat penanak nasi (rice cooker), blender serbaguna, dan mixer untuk keperluan mencampur adonan. Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, mengungkapkan bahwa sekitar 453 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan ini dalam tiga jenis barang yang berbeda.
Erwin menjelaskan, pembagian bantuan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) terkait prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2023, khususnya terkait ketahanan pangan.
Erwin juga menegaskan bahwa penerima bantuan ini merupakan pelaku UMKM yang aktif di desa mereka. “Mereka memiliki usaha di rumah, berjualan di pasar, atau menjadi pedagang kaki lima (PKL). Terutama, mereka adalah warga yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kemiskinan Sosial (DTKS),” ungkapnya.
BACA JUGA:
Sejumlah Cabor di Jombang Keluhkan Anggaran untuk Porprov Belum Cair
Erwin berharap bahwa bantuan ini akan memberikan dorongan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka, terutama dalam hal berjualan. Dia juga mencatat upaya untuk mendukung permodalan melalui koperasi wanita, Badan Kredit Desa (BKD), serta kerjasama dengan Pegadaian Syariah dalam mendukung usaha mikro.
Selain Kepala Desa Kepatihan, acara pembagian bantuan juga dihadiri oleh Camat Jombang, Sudiro Setiono, yang secara simbolis menyerahkan peralatan usaha kepada para penerima.
Tentu saja, para penerima bantuan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kepatihan. Salah satu penerima, Muzalinah (67), menyatakan bahwa alat penanak nasi yang diterimanya akan digunakan untuk melanjutkan usahanya berjualan rujak dan nasi pecel.
“Sebelumnya, saya juga pernah menerima bantuan dari Pak Kades. Ini akan saya manfaatkan untuk usaha jualan nasi. Saya sangat berterima kasih karena mendapatkan mesin penanak nasi ini secara gratis,” ujar janda yang memiliki 10 anak ini. [suf]






