Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil menegaskan, partainya akan pamit ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mundur dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dulu bernama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Hal ini menyusul diusungnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan dalam pemilihan presiden 2024 mendatang.
Namun, Gus Jazil belum dapat memastikan apakah Cak Imin akan menemui atau sowan langsung ke Prabowo untuk pamit dari Koalisi.
“Dengan sendirinya (pamit), kalau sowan itu teknis,” ujar di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2023).
BACA JUGA:
DPP PKB Rapatkan Barisan di Surabaya Sore Ini Detailkan Anies-Cak Imin
Dia menambahkan, saat ini Cak Imin masih menjalani pingitan. Sehingga tidak tampak saat rapat pleno yang diselenggarakan di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat.
“Sedang kita pingit,” kata Gus Jazil.
Terkait Cak Imin dipingit, pernah disampaikan Ketua DPP PKB Yusuf Chudlori pada Senin (19/6/2023) lalu. Menurutnya, Rapat Pleno Pemenangan Pilpres dan Pileg DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan untuk melarang Cak Imin bicara soal Pilpres 2024.
BACA JUGA:
Duet Anies Baswedan-Cak Imin, Pengamat: Koalisi PKS dan PKB, Koalisi Tak Lazim
Larangan ini disebut merupakan permintaan para kiai dan jajaran Dewan Syuro DPP PKB. Cak Imin bakal mengkomunikasikan urusan Pilpres 2024 kepada publik lewat DPP sebagai delegasi.
“Rapat pleno memutuskan agar Gus Muhaimin Iskandar mulai hari ini dipingit, kalau bahasa Jawa dipingit, tidak boleh berbicara soal pilpres,” ujar Gus Yusuf sapaan Yusuf Chudlori, saat itu. [hen/beq]






