Jombang (beritajatim.com) – Anies Baswedan, figur yang gemar berdiskusi. Interaksi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta ini selalu mengasyikkan. Pendapat ini terungkap dari sudut pandang Pengasuh PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif) Denanyar di Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam, Kamis (31/8/2023).
Gus Salam memaparkan bahwa pertemuan dengan Anies Baswedan dimulai sejak tahun 2016. Ketika itu, alumnus UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Pada tahun tersebut, kami berinteraksi dan menjalani diskusi mendalam,” tutur Gus Salam.
Kemudian, ketika masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mendekati akhir, Gus Salam melakukan kunjungan silaturahim kembali ke kantor Anies. “Diskusi dengan beliau senantiasa menarik. Karena beliau adalah seorang akademisi. Pak Anies memiliki pemahaman mendalam tentang dunia pendidikan,” ungkap Gus Salam, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.
Bagai seorang pemimpin pondok pesantren, Gus Salam menghadapi isu pendidikan sehari-hari. Karena itu, dialog dengan Anies Baswedan pun berlangsung lancar. “Kami membahas strategi menghadapi tantangan pendidikan di lingkungan pesantren, serta cara mengadopsi materi dan sistem dari luar,” jelasnya.
Oleh karena itu, ketika Anies Baswedan melawat ke Pondok Denanyar, Gus Salam menjadi pendamping setia. Mulai dari melaksanakan salat zuhur berjamaah, berziarah ke makam keluarga Pondok Denanyar, mengunjungi kamar Gus Dur, hingga sungkem kepada Nyai Hj Muhassonah, ibunda dari Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
BACA JUGA:
Cak Imin Gandeng Anies Baswedan? Gus Salam Jombang: Kita Oke Saja
Pondok Denanyar adalah lembaga pendidikan pesantren yang didirikan oleh moyang Gus Salam, yakni KH Bisri Syansuri. Keluarga Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), juga memiliki kaitan dengan pesantren yang berdiri sejak tahun 1917 ini. Cak Imin merupakan cicit dari Kiai Bisri Syansuri.
KH Bisri Syansuri mendirikan pondok ini yang terletak dekat dengan PG (Pabrik Gula) Djombang Baru, dengan restu dari gurunya, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari. Hubungan guru dan murid ini kemudian berkembang menjadi kerabat. Sebab, putra Kiai Hasyim yang bernama KH Abdul Wahid menikah dengan putri Kiai Bisri, Nyai Hj. Sholichah Munawwaroh.
Keturunan dari perkawinan tersebut melahirkan tokoh-tokoh hebat, salah satunya adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4. [suf]






