Malang (beritajatim.com) – Wisata berbasis kampung di Kota Malang terus dimaksimalkan. Walhasil, Wali Kota Malang Sutiaji mampu mengangkat potensi lokal untuk dikembangkan menjadi wisata guna menarik perhatian wisatawan.
Bahkan wisata berbasis kampung di Kota Malang masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Dalam ADWI 2023, Kota Malang menempati posisi ke-5. Kayutangan Heritage menjadi unggulan dan masuk di kategori digital dan kreatif.
Kota Malang menduduki posisi ke-5 dari 4.537 desa wisata/kawasan yang berpartisipasi dalam ADWI 2023. “Alhamdulilah kita mencoba di kawasan Kayutangan itu daya tarik cukup bagus. Apalagi dari sekian itu tidak ada yang berbasis kampung, kita satu-satunya,” kata Sutiaji, Kamis, 31 Juli 2023.
Sutiaji menuturkan, sebagai daerah yang tidak memiliki wisata alam, penguatan Sumber Daya Manusia melalui wisata kampung menjadi salah satu cara mengangkat pariwisata sekaligus perekonomian Kota Malang.
“Kota Malang kan tidak punya potensi wisata alam, kita kuatkan dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM),” imbuhnya.
BACA JUGA:
Wisata Kampung Unik di Malang Ini Bikin Nyaman, Masuk ADWI 2023
Sebagai informasi, penganugerahan ADWI 2023 tersebut diberikan kepada Kota Malang pada Minggu, 27 Agustus 2023 di Jakarta. Di posisi keempat, ada Desa Wisata Negeri Rutong di Kota Ambon, Maluku. Ketiga ada Desa Wisata Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, kedua Desa Wisata Bantaragung Kabupaten Majalengka dan pertama Desa Wisata Taraju Kabupaten Tasikmalaya.
“Malang potensinya luar biasa. Kita berhasil mengangkat tema budaya masyarakat yang bisa kita kuatkan dengan basis lingkungan. Kita satu-satunya yang berbasis kawasan kampung dan lingkungan, itu hanya Kota Malang dan memang ini yang bisa kita jual,” ujar Sutiaji. [luc/suf]






