Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi kini meningkatkan pelayanan dengan menambah layanan khusus di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Kali ini, Posyandu di Banyuwangi melengkapi dengan pelayanan khusus untuk remaja.
Sehingga tidak terbatas pada ibu, anak dan lanjut usia, namun melayani untuk semua usia. Program tersebut diberi nama dengan Posyandu Terintegrasi. Layanan ini merupakan program pelayanan kesehatan seluruh siklus hidup.
“Jadi sekarang Posyandu juga melayani kesehatan remaja dan usia produktif. Karena dua kategori usia ini juga penting untuk dijaga kesehatannya,” ungkap Bupati Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menyebut, sejumlah Posyandu ada yang melakukan program itu lebih awal. Namun, diharapkan ke depan semua Posyandu nantinya melaksanakan semuanya.
“Sebenarnya sudah dilakukan oleh sejumlah posyandu. Namun, dengan diresmikan ini, semua posyandu harus melakukan layanan ini. Sekali buka di satu lokasi, Posyandu bisa melayani semua usia, sehingga lebih terintegrasi,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, program tersebut sebagai bagian ikhtiar pemerintah daerah turut mensukseskan program kesehatan nasional.
“Ini adalah bagian dari upaya menyukseskan program kesehatan nasional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” terangnya.
Baca Juga: TPS 3R Banyuwangi Beroperasi September Libatkan Warga Sekitar
Ipuk menerangkan mengenai alasan program layanan khusus remaja itu. Menurutnya, remaja cenderung punya kebiasaan makan yang kurang baik yang bisa menyebabkan malnutrisi. Sehingga bisa berpengaruh pada konsentrasi belajar hingga menyebabkan stunting.
“Sementara untuk usia produktif, layanan yang diberikan di Posyandu berupa pemeriksaan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gula darah. Sebab dua penyakit tersebut merupakan awal dari munculnya penyakit-penyakit lain yang lebih berat. Ini yang ingin kita cegah dengan pemeriksaan dan edukasi baik remaja dan usia produktif yang datang ke Posyandu,” terang Ipuk.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Amir Hidayat, menjelaskan Posyandu Terintegrasi akan dilaksanakan oleh 2.310 Posyandu se Banyuwangi. Program ini melibatkan 13 ribu kader yang telah dibekali dengan 25 kompetensi dasar berdasarkan empat kategori siklus kehidupan.
“Misalnya untuk kompetensi pelayanan tentang ibu hamil dan menyusui, para kader diajarkan memantau status gizi dan tekanan darah, dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga kompetensi terkait bayi dan balita di antaranya edukasi ASI eksklusif, MP ASI, melakukan penimbangan, pengukuran dan tinggi badan.
“Berikutnya kompetensi terkait usia sekolah dan remaja meliputi edukasi Isi Piringku yaitu kompisisi makanan pokok yang harus dikonsumsi setiap hari, agar terpenuhi nutrisi harian,” kata Amir.
Khusus bagi remaja putri ada layanan edukasi kesehatan di antaranya bahaya merokok dan narkoba.
“Selain itu juga edukasi pencegahan anemia bagi remaja putri, hingga edukasi bahaya merokok dan obat-obatan terlarang,” tambah Amir.
Sementara kompetensi terkait usia produktif dan lansia, yakni melakukan skrining hipertensi dan diabetes, skrinig TBC dan kepatuhan pengobatannya, edukasi KB, hingga skrining lanjut usia.
“Dengan bekal kompetensi tersebut, para kader diharapkan mampu melakukan pelayanan secara optimal kepada semua siklus hidup yang datang ke Posyandu. Dengan layanan yang lebih lengkap ini, harapannya kunjungan warga ke posyandu semakin meningkat. Sehingga berimbas pada peningkatan taraf kesehatan warga,” jelas Amir. (rin/ted)






