Jember (beritajatim.com) – Pimpinan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan mengklarifikasi acara ‘Nikahin Kasih’ kepada Bupati Hendy Siswanto, menyusul protes yang dilontarkan KH Saiful Rijal, pengasuh Pondok Pesantren As-siddiqi Putri yang akrab disapa Gus Saif.
Gus Saif menuduh peringatan ulang tahun Kasih Fajarini, istri Hendy, yang juga berbarengan dengan acara ‘nganyari nikah’ atau memperbarui pernikahan itu dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun dalam pernyataan pers tertulisnya dia tidak mencantumkan bukti dugaan itu.
Gus Saif juga mempersoalkan penyelenggaraan acara pada jam kerja aparatur sipil negara. “Pada hari dan jam dinas para pejabat Pemkab Jember tidak mengenakan pakaian dinas melainkan pakaian yang ditentukan dalam dresscode,” kata Gus Saif yang bertemu Wakil Kerua DPRD Jember Ahmad Halim, di gedung parlemen, Senin (28/8/2023).
Usai pertemuan dengan Gus Syaif, Halim menyebut protes dan kritik yang dilakukan Gus Saif gerakan sosial. “Masyarakat berhak mengontrol. Pemimpin kan harus bisa memberikan edukasi. Menurut Gus Syaif dan teman-teman, apa yang dilakukan bupati secara etika kurang elok, walaupun niatnya baik, yakni memperbarui nikah,” katanya.
“Mungkin dikarenakan ini acara pribadi namun banyak melibatkan pejabat, ini yang perlu dikaji oleh teman-teman. Karena permintaan kepada kami adalah tabayun (klarifikasi), maka kami akan memberikan saran kepada bupati untuk menghindari kegiatan berbau pribadi dengan menggunakan fasilitas negara,” kata Halim.
Halim juga akan menyampaikan hal ini dalam forum resmi persidangan DPRD Jember. “Kalau sudah menjadi rekomendasi, wajib dijalankan,” katanya.
Halim juga menyatakan, DPRD Jember siap dikritik oleh publik. “Tidak masalah. Karena masyarakat melihatnya berdasarkan dari kacamata mana,” katanya.
Dimintai konfirmasi terpisah, Bupati Hendy Siswanto menegaskan, acara tersebut diselenggarakan dengan biaya pribadi. “Itu duit pribadi. Namanya syukuran, tidak usah minta duite wong liyo. Itu duit pribadi, shodaqoh,” katanya.
Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat kemarin karena disesuaikan tanggal lahir Kasih Fajarini, istrinya. “Tidak mungkin ulang tahun tanggal 25 Agustus digeser pada 26 Agustus. Itu syukuran. (Mereka yang diundang) datang atau tidak datang terserah. Dan tidak semuanya datang. Banyak orang luar yang diundang, termasuk kerabat. Syukuran bareng. Itu saja. Tidak ada hal spesial,” kata Hendy. [wir]






