Blitar (beritajatim.com) – Kampung Tlogo Gentong di lereng Gunung Kawi yang indah dan sejuk kini mulai ditinggalkan oleh penghuninya. Sejak tahun 2021 lalu, sejumlah warga yang menghuni Kampung Tlogo Gentong memilih untuk pindah ke Desa Sumberurip Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.
Kini tinggal 4 kepala keluarga saja yang masih bertahan di Tlogo Gentong. Mereka tinggal di rumah semi permanen yang berdindingkan kayu dan beralaskan tanah. Meski sederhana 4 kepala keluarga tersebut enggan pergi dari kampung tercintanya.
“Riyen kan mriki 16 KK, sak niki teng mriki tiang sekawan, sekawan griyo (dulu disini ada 16 kepala keluarga tapi sekarang tinggal empat, tinggal 4 rumah saja sekarang),” kata Jito, warga Tlogo Gentong, Senin (28/08/23).
Bagi 4 kepala keluarga tersebut pindah dari Tlogo Gentong merupakan hal terberat yang sulit dilakukan. Selain mata pencaharian warga ada disitu, Tlogo Gentong juga menyimpan banyak cerita tentang perjalanan hidup mereka.

Warga yang enggan pindah itu memang lahir dan besar di Tlogo Gentong. Jadi wajar mereka berat hati untuk meninggalkan tempat yang membesarkannya hingga saat ini.
“Rumiyen Kulo seng damel dalan niku tiang kaleh teng Gowo Kucing tapi empon ketutup maleh lawong empun mboten kerumat (dulu yang buat jalan itu saya, dua orang ke Goa Kucing tapi yang udah ketutup lagi, kan tidak terawat),” ceritanya.
Meski perkebunan teh yang dulu jadi tempat mereka bekerja telah tutup dan bangkrut, namun 4 kepala keluarga tersebut enggan untuk meninggalkan kampung Tlogo Gentong. Untuk memenuhi kebutuhan makannya, mereka kini beralih bertani dan beternak kambing.
Hidup sederhana di tengah hutan dengan aliran listrik dari turbin, tanpa ada akses telekomunikasi menjadi pilihan hidup ke 4 kepala keluarga tersebut. Meski terasingkan dari perkembangan zaman, bagi mereka Tlogo Gentong adalah cuilan kecil dari surga yang patut disyukuri dan terus dipertahankan.
“Ambrok, dibongkar kalau tidak dibongkar tetap berdiri kokoh, berhubung penduduknya gak enek jadi dirobohin (Ambruk dibongkar kalau tidak dibongkar ya tetap berdiri kokoh berhubung tidak ada penduduknya ya dirobohkan),” cerita petani tua itu sembari menunjuk ke rumah warga yang roboh.
Baca Juga: Tlogo Gentong, Kampung Terasingkan di Lereng Kawi Blitar
Sementara itu warga lain yang memilih untuk pergi dari Tlogo Gentong, Mesinem mengungkapkan alasannya pergi dari tempat lahirnya. Menurut Mesinem ia tepaksa pergi lantaran diminta untuk meninggalkan tempat Tlogo Gentong.
Perempuan lansia itu, telah disiapkan rumah oleh pihak perkebunan sebagai ganti atas gubuknya yang berada di Tlogo Gentong.
“Enggih kulo ken ngaleh ngoten empun dicepaki griyoniki, lak kerjoan mboten wonten (Iya saya kan suruh pergi dan sudah disiapin rumah ini, kalau kerjaan tidak ada),” ungkap Mesinem.
Warga yang pergi dari Tlogo Gentong mengaku memang diminta untuk pindah. Namun saat ditanya siapa yang meminta hal itu, mereka belum terbuka.
Kepindahan belasan kepala keluarga dari Tlogo Gentong ini memang jadi misteri. Namun belakang terbersit kabar bahwa Tlogo Gentong akan dialih fungsikan menjadi kandang sapi perah dari salah satu perusahaan multinasional. (owi/ted)






