Sidoarjo (beritajatim.com) – Proses pemasangan girder (balok) yang terbuat dari beton atau baja dan berada di antara dua penyangga Flyover Aloha Sidoarjo bagian selatan telah berhasil terpasang.
Pada saat melintas siang hari ini, tim beritajatim.com telah mengamati bahwa satu girder yang terletak di jalan Raya Waru telah terpasang dengan baik, memungkinkan pengendara sudah bisa melewatinya.
Sebagai informasi, dalam semalam terakhir, terjadi pengalihan arus lalu lintas di Jalan Raya Waru ke arah Sidoarjo, yang dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari pukul 00.00 hingga 05.00 WIB.
Pada tanggal 26 Agustus 2023, kegiatan gladi bersih pengangkatan dilakukan, sementara pemasangan balok girder dijadwalkan berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2023 dalam proyek pembangunan Flyover Aloha yang sedang berlangsung.
“Dengan progres pengerjaan saat ini telah mencapai 70 persen dan masuk ke tahap pemasangan balok girder, tindakan pengalihan arus dan penutupan jalan menjadi diperlukan agar kelancaran proyek tetap terjaga dan perjalanan pengguna jalan tetap lancar dan aman,” Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jawa Timur, I Made Gede Widhiyasa, menjelaskan bahwa penutupan sementara lalu lintas ini merupakan dampak dari pemasangan 3 Precast Concrete U (PCU) sebagai bagian dari girder. Girder ini terdiri dari balok beton segmental pre-cast yang menggunakan sistem konstruksi beton prategang. Balok girder ini akan membentang di atas Jalan Raya Waru dan jalur rel kereta api.
“Lokasi pemasangan girder ini berada di antara pilar P5-B dan pilar P6-B, tepatnya setelah SPBU Aloha, dengan panjang bentangan mencapai 40 meter. Proses pemasangan menggunakan Crawler Crane dengan kapasitas 250 ton dan 300 ton. Kami membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk menyelesaikan pemasangan satu girder,” jelas Widhiyasa.
Lebih lanjut, Widhiyasa menambahkan bahwa penutupan Jalan Raya Waru tidak akan berlangsung sepanjang 24 jam selama proses pemasangan girder. Penutupan ini hanya akan berlangsung selama 5 jam, dan dilaksanakan pada tengah malam hingga dini hari.
“Seperti yang telah kami lakukan sebelumnya, seluruh pekerjaan dilakukan pada malam hari hingga dini hari guna menghindari gangguan terhadap arus lalu lintas. Penutupan jalan hanya akan diterapkan selama tiga hari saja,” tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, Flyover Aloha akan mengalami perubahan nama menjadi FO Djuanda sesuai usulan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Hal ini dikarenakan di sisi barat flyover terdapat Monumen Ir. Djuanda, dan lokasinya berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda.
FO Djuanda memiliki panjang total jembatan sekitar 858 meter, yang terdiri dari FO A (Sidoarjo – Juanda) dengan panjang 435 meter dan FO B (Juanda – Surabaya) dengan panjang 423 meter. Lebar jembatan FO Djuanda adalah 9 meter, terdiri dari dua lajur dengan lebar masing-masing 3,5 meter, serta dilengkapi dengan bahu jalan dan parapet sebagai pengaman. (ted)






