Malang (beritajatim.com) – Melalui pendampingan yang diprakarsai oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Malang (LP2M UM), guru di SMP Wahid Hasyim berhasil mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam metode pembelajaran tradisional. Mereka sukses mengembangkan media pembelajaran berbasis Internet of Educational Things (IoET).
Ketua tim pengabdian masyarakat, Zahid Zufar At Thaariq mengungkapkan bahwa guru di SMP Wahid Hasyim kota Malang berhasil meningkatkan kapabilitas digitalnya dengan media pembelajaran IoET. Pendampingan kata dia, sebagai bentuk aksi nyata dalam upaya memberikan edukasi secara intens kepada guru dalam mengembangkan IoET dengan total ada 14 aplikasi yang termuat.
“Kami berhasil mengadakan pendampingan sebanyak 14 aplikasi kepada guru di SMP Wahid Hasyim. Tujuan utamanya adalah memberikan kekayaan wawasan bagi guru dalam mengenal media pembelajaran berbasis digital, utamanya IoET,” ujar Mahasiswa S2 Teknologi Pembelajaran UM ini.
Baca Juga: Loncat dari Lantai Dua, Korban Kebakaran BBPMP Jatim Dirawat Intensif
Dalam mengembangkan 14 aplikasi tersebut, guru didampingi oleh dua fasilitator untuk memberi kemudahan peserta. Kedua fasilitator tersebut, yaitu Ummul Karima dan Chatur Erisa Putri dari S1 Teknologi Pendidikan UM. Kolaborasi antara guru berpengalaman dan mahasiswa ini telah menciptakan sinergi yang menghasilkan aplikasi berkelas dunia.
“Proses pendampingan yang intensif dan penuh inspirasi ini juga memperkaya wawasan para guru, membawa pengalaman baru yang tak ternilai dalam adaptasi teknologi modern ke dalam kurikulum. Dengan berpegang pada pengalaman guru dan semangat inovatif dari mahasiswa, hasil kolaborasi ini telah melebihi harapan,” ujar Zahid melalui WhatsApp, Minggu (27/8/2023).
Timnya bersama para guru menghasilkan serangkaian aplikasi yang memberi pengalaman berharga. Keberhasilan ini membawa angin segar dalam dunia pendidikan, menawarkan alternatif modern yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan semangat ini, para guru SMP Wahid Hasyim diharapkan dapat terus mengembangkan dan mengimplementasikan solusi-solusi inovatif dalam pendidikan, menjadikan media pembelajaran sebagai alat yang efektif untuk memberi dukungan kepada para siswa dalam proses pembelajaran.
“IoET, yang merupakan konsep pengembangan Internet of Things (IoT) khusus untuk pendidikan, memungkinkan siswa untuk terhubung dengan berbagai sumber belajar melalui perangkat digital. Dengan memanfaatkan teknologi ini, guru SMP Wahid Hasyim telah menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif,” ungkapnya mengakhiri penyampaian.
Baca Juga: Update Kondisi Gedung BBPMP Jatim Pasca Terbakar Hebat, Sisakan Puing
Apresiasi datang dari kepala SMP Wahid Hasyim, Dra. Siti Masruroh sangat berterimakasih dengan kehadiran mahasiswa teknologi pendidikan dari UM. Mahasiswa telah membagikan ilmu yang dimiliki kepada guru SMP Wahid Hasyim. Siti Masruroh mengungkapkan bahwa guru di SMP Wahid Hasyim sangat membutuhkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
“Terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada kami. Semoga kami bisa mengaplikasikannya dalam pembelajaran selepas dari pendampingan,” ujar Kepala Sekolah.
Selain itu, Prof. Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd selaku pembimbing mahasiswa, juga mengungkapkan kekagumannya kepada para guru yang mampu mengembangkan media pembelajaran IoET dengan maksimal. Prof Dedi merekomendasikan agar program seperti ini dapat terus dilanjutkan.
“Harapannya Bapak/Ibu guru-guru SMP Wahid Hasyim bisa terus melanjutkan dari program yang kami adakan. Karena siswa-siswa sangat membutuhkan media semacam ini untuk mendukung pembelajarannya,” ujar Prof. Dedi. (dan/ian)






