Yogyakarta (beritajatim.com) – DPP PDIP baru saja melakukan pemecatan kepada salah satunya kadernya yang masuk jajaran elite, yakni Budiman Sudjatmiko. Pemecatan Budiman Sudjatmiko ini lantaran diketahui melakukan deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto.
Sekretaris DPD PDIP DIY, Totok Hedi Santosa kepada beritajatim.com, Jumat sore (25/8/2023), mengaku sangat setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan partainya. Menurutnya loyalitas seorang kader politik adalah harga mati.
“Orang partai itu harus loyal. Apa yang diperintahkan partai harus dituruti. Ada juga orang partai kemudian diperintah begini, malah bikin rakernas sendiri, ini namanya engga bener,” kata Totok Hedim
Setengah berkelakar, Totok menyebut kader dengan kualitas baik seperti Budiman Sudjatmiko ada ribuan. Sehingga partainya tidak mempermasalahkan hanya kehilangan satu kader.
“Nggak papa dipecat. Kader seperti Budiman Sudjatmiko di tempat kami ada ribuan. Dalam hal ini saya tidak setuju dengan apa yang dilakukan Budiman,” ujarnya.
Totok menegaskan bahwa pemecatan Budiman Sudjatmiko ini tidak ada pengaruhnya di elite politik.
“Jangankan Budiman Sudjatmiko, saya dipecat juga tidak ada pengaruhnya bagi parpol,” katanya lagi.
Totok menegaskan PDIP dibangun secara disiplin dan mereka tumbuh secara ikhlas organik. Adapun kepentingan kader hanya satu, hidup berbangsa Pancasila dengan baik.
“Orang yang ditempatkan di situ adalah orang yang tidak melukai hak asasi manusia, itu saja. Jadi konsisten di situ,” bebernya.
BACA JUGA:
PDIP Resmi Pecat Budiman Sudjatmiko dari Anggota Partai
Totok menilai keputusan DPP PDIP adalah langkah yang sudah sangat benar.
“Kalau tidak mecat malah salah bagi saya. Karena bagaimana, misal saya ini, partai sudah memutuskan capresnya Ganjar Pranowo, saya kemudian sebagai orang partai kok saya menjadi tim dari kompetitor, ya itu tidak benar bagi saya,” urainya lagi
Totok menegaskan setiap orang sebenarnya berhak untuk memiliki pandangan berbeda. Meski demikian tetap siap dengan konsekuensi logis.
“Kalau misalnya sudah di PDIP, ternyata ada kepentingan menurutnya tidak teragregasi kemudian merasa tidak cocok, silahkan keluar,” urai Totok.
BACA JUGA:
Sekjen PDIP Soal Budiman Sudjatmiko: Elektabilitas Ganjar Justru Rebound
Totok menegaskan penentuan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.
“AD/ART partai sudah jelas bahwa Presiden dan Wapres hak preorogatif dari Ketua Umum. Kalau yang mengusulkan bebas, tetapi nanti ibu yang ambil keputusan. Kami disiplin dengan begitu,” tegasnya. [aje/but]






