Kediri (beritajatim.com) – Tim Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional hingga modern. Tujuannya untuk memastikan pasokan bahan pangan.
Mohammad Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri mengutarakan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan tidak menutup kemungkinan juga dilakukan secara insidentil berdasarkan kondisi tertentu.
Adapun komoditas yang menjadi fokus pemantauan petugas DKPP Kota Kediri kali ini ialah: beras, telur ayam ras, dan minyak goreng.

“Jadi kita memantau ketersediaan pasokan di masing-masing locus yang ada di pasar tradisional, pasar grosir, toko bahan pangan, dan super market kemudian hasilnya kita laporkan ke Badan Pangan Nasional,” ujar Ridwan.
Adapun locus yang menjadi titik pemantauan, di antaranya: Toko Narimo Putro Pesantren, Pasar Grosir, Golden Swalayan, Hypermart, dan CV. Siti Oetomo. Pada periode Bulan Agustus 2023, didapatkan hasil seluruh bahan pangan yang dipantau dalam kondisi tersedia cukup.
Baca Juga : Marcelo Rospide Tegaskan Persik Kediri Siap Kalahkan PSIS Sore ini
Berikut ini merupakan rincian ketersediaan pasokan beserta harga komoditas di beberapa locus pemantauan: 1) Toko Narimo Putro Pesantren: stok beras aman, terdapat kenaikan harga beras merek Koi dan Lahap kisaran Rp100 hingga Rp200 per kg.
2) Golden Swalayan: stok beras aman, terdapat kenaikan harga beras merek Lahap yakni Rp100 hingga Rp200 per kg; 3) CV Siti Oetomo: stok beras aman, terjadi tren kenaikan harga beras dikarenakan pasokan gabah berkurang.
4) PT Subur Mitra Sukses; stok beras aman, terjadi penurunan harga beras kemasan 5 kg yakni pada Bulan Juli Rp67.610 menjadi Rp67.260 pada Bulan Agustus.
Selain pada komoditas beras, tren kenaikan harga pangan juga terjadi pada komoditas cabai. Hal tersebut terjadi lantaran musim kemarau yang menghambat produksi di beberapa daerah sentra cabai.
“Sampai saat ini tidak ada kendala ketersediaan, di Kota Kediri selalu cukup tersedia. Kalau harga pangan naik itu dipengaruhi oleh musim dan adanya peningkatan permintaan masyarakat” jelas Ridwan.
Usai menghimpun data di lapangan, DKPP Kota Kediri kemudian menganalisis data tersebut kemudian mempublikasikannya pada laman s.id/dkpp_kotakediri agar bisa diakses masyarakat luas.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar belanja dengan bijak dan tidak perlu panik karena pemerintah telah memastikan ketersediaan jumlah pasokan.
Melalui kegiatan yang turut melibatkan tujuh personel Bidang Ketahanan Pangan tersebut, Ridwan berharap agar hasil sidak kali ini dapat menjadi bahan masukan redaksi TPID Kota Kediri dalam menjaga tingkat inflasi di Kota Kediri. [nm/ted]






