Bangkalan (beritajatim.com) – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Demo digelar karena pengelolaan sampah di Kabupaten Bangkalan, hingga hari ini masih amburadul.
Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan, Maskur mengatakan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak tanggap terhadap permasalahan sampah. Bahkan, hingga hari ini DLH belum mendapatkan tempat yang permanen untuk digunakan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Sampai hari ini Bangkalan belum memiliki TPA, padahal setiap hari sampah terus menumpuk,” ujar Maskur, Kamis (24/8/2023).
Ia juga mengatakan, pada 2006 hingga 2020 DLH sempat memiliki TPA di Desa Buluh, Kecamatan Socah. Namun akibat tidak dikelola dengan baik dan mencemari lingkungan, warga terdampak melakukan protes hingga berbuntut adanya penutupan jalan.
“Dampak kejadian itu kemudian sampah dibuang sembarangan,” tegasnya.
Kini, DLH setiap harinya membawa sampah dari perkotaan ke salah satu lahan kosong di Desa Ombul Kecamatan Arosbaya. Akibatnya, lahan tersebut kini dipenuhi sampah dan mulai menganggu warga sekitar.
“Lalu sekarang dibuang ke Ombul. Itu bukan solusi hanya menciptakan permasalahan baru,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Massa HMI Bakar Ban Bekas di Kantor Bupati Malang
Setelah berorasi, aksi mahasiswa tersebut kemudian reda dan massa membakar sampah di depan kantor Pemkab Bangkalan.
Terpisah, Kepala DLH Bangkalan Anang Yulianto saat dihubungi untuk dimintai tanggapan aksi yang dilakukan oleh HMI itu, hingga berita ini ditulis tidak merespon. [sar/but]






