Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri mengatakan, Indonesia telah merdeka ke-78 tahun. Ada banyak kemajuan dan capaian pembangunan, namun masih banyak kekurangan dan ketertinggalan yang harus dikejar.
“78 Indonesia merdeka belum mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Ada 25,9 juta penduduk yang masih hidup dalam kemiskinan. Indonesia juga masih belum beranjak dari negara berkembang menjadi negara maju,” kata Dr. Salim, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/8/2023).
Untuk itu, Menteri Sosial RI 2009-2014 ini menawarkan 3 kunci agar Indonesia segera maju dan sejahtera rakyatnya.
“Pertama, kita harus siap mencintai Indonesia dengan seluruh kekurangan dan kelebihannya. Mencintai seluruh rakyatnya apapun latar belakang suku, agama, dan bahasanya. Dengan cinta itu kita bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” katanya.
Kedua, dia meminta semua anak bangsa harus siap menjaga dan membela NKRI. Menjaga kedaulatannya, menjaga rakyatnya, menjaga karakter dan identitasnya sejalan dengan sila-sila Pancasila dan UUD 1945.
Ketiga, semua pihak juga harus siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan seluruh anak bangsa. “Bukan saatnya lagi kita saling benci, saling menjatuhkan, atau merasa paling NKRI, paling nasionalis. Yang kita butuhkan adalah bukti kontribusi kita kepada rakyat bangsa dan negara,” ujarnya.
BACA JUGA:
Prihatin Kondisi Bangsa, PKS Jatim Ajak Milenial Berjuang di Politik
Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karna Edisi ke-6 yang saat ini memasuki tahap Grand Final. Dr. Salim berharap, dalam lomba yang digelar Fraksi PKS setiap tahun ini membuat generasi muda meneladani dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.
Sementara, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa lomba yang Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karno sudah digelar selama 6 sesi setiap tahun. Hal ini membuktikan komitmen Fraksi PKS untuk terus membangkitkan semangat proklamasi dan nasionalisme di kalangan generasi muda.
“Melalui Lomba ini kami berharap generasi muda bukan hanya mengenal dan meneladani semangat proklamator Bung Karno tapi juga bisa menggali makna kemerdekaan dan semangat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan di masa kini,” ujar Jazuli.
BACA JUGA:
PKS Jember: Masyarakat NU Juga Bagian dari Pemilih Kami
Dia menjelaskan, dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan acara karena Fraksi PKS dan PKS cinta Bali. Bali merupakan etalase Indonesia sekaligus wajah kebhinekaan Indonesia. Banyak orang datang ke Bali dari seluruh wilayah Indonesia bahkan dari mancanegara dan mereka diterima dengan keramahan dan tangan terbuka.
“Inilah wajah kemajemukan bangsa. Kekuatan bangsa Indonesia ada pada kemajemukannya jika dapat dikelola dengan baik,” kata Jazuli.
Seperti diketahui, Grand Final Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karno ini diikuti oleh 15 finalis yang mewakili 15 provinsi. Mereka diseleksi dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Mereka datang ke Bali dan mengikuti lomba dengan pakaian adat daerah masing-masing yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. [hen/but]






