Banyuwangi (beritajatim.com) – Peserta jagoan bisnis Banyuwangi tersisa 33 tim. Usai mendapatkan mentoring dari pebisnis muda sukses, kini mereka saat presentasi di sesi pitching day. Para peserta ini memaparkan berbagai ide bisnis menarik dan unik di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.
Salah satu tim bernama Aer Enau Media ini mengusung ide bisnis boardbook dengan tema pengenalan aksara jawa dan abjad pegon. Ide ini dinilai cukup unik.
Pasalnya, mereka ambil dari kerpihatinan anggota tim atas semakin pudarnya penggunaan dan pengenalan aksara jawa dan huruf pegon pada anak-anak. “Sekarang kan semakin sedikit anak-anak yang mengenal bahasa dan aksara Jawa. Kami ingin agar aksara jawa dan abjad Pegon yang merupakan bagian budaya nusantara tidak punah. Makanya kami tertarik hingga mengembangkan boardbook ini,” ujar Nira salah satu tim.
Boardbook itu, kata Nira, didesain menarik. Di dalamnya terdapat tulisan aksara jawa, beserta pengejaannya dan contoh penggunaannya.
Uniknya, huruf dan tulisan sengaja dicetak besar dengan gambar animasi yang ceria. Sehingga memudahkan bagi yang membacanya baik anak-anak hingga dewasa akan mudah memahami. “Sebenarnya sudah mulai produksi sejak 2021, namun pemasarannya terbatas. Dari sesi mentoring dua hari ini, kita akhirnya dapat banyak ide. Bagaimana desainnya hingga pemasarannya seperti apa,” kata Nira.
Sementara itu tim Bamboo Green memaparkan ide bisnis membuat briket dari limbah bambu. Supriyanto, salah satu dari tim ini menerangkan, ide bisnis ini masih berupa rintisan yang tengah dimatangkan. “Ide ini muncul dari keresahan akan banyaknya sampah bambu yang tidak terpakai. Lalu kami tergerak memanfaatkannya sebagai energi alternatif briket bambu. Semoga lewat Jagoan Bisnis semakin mematangkan ide bisnis ini,” ujar Supriyanto.
Lain halnya dengan tim Haute. Tim ini mengusung ide bisnis tas anyam dari bahan plastik daur ulang yang telah melalui proses tertentu. Meskipun berbahan plastik daur ulang namun desain tas Haute sangat fashionable dan mengikuti tren kekinian.
Bedanya, bisnis tas anyaman ini sudah berjalan dan telah menjangkau pasar nasional. “Kami melibatkan dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dalam produksi tas-tas ini. Alhamdulillah sudah dua puluhan ibu-ibu yang terlibat dan masih akan terus bertambah,” ujar Gandis Pinka Putri dari tim Haute.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan pemkab berkomitmen untuk memberikan bekal entrepreneursip bagi para anak-anak muda daerah. “Tidak semua harus jadi karyawan, namun kita juga menyiapkan anak muda yang akan tangguh menjadi pelaku usaha. Mereka justru bisa menciptakan lapangan kerja, itu harapan kita,” kata Ipuk.
Ipuk Fiestiandani yakin jika nantinya mereka yang terlibat dalam program ini dapat mewarnai kemajuan ekonomi daerah. “Kami yakin banyaknya anak-anak muda yang terlibat di program ini telah dan akan berkontribusi bagi kemajuan perekonomian daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Program Jagoan Bisnis Dias Satria mengatakan setelah ini dewan juri akan memutuskan sepuluh ide bisnis terbaik yang akan mendapatkan hadiah berupa modal usaha senilai total Rp. 100 juta.
“Nantinya tidak berhenti sampai keluarnya pemenang, para pemenang akan mendapatkan pendampingan dan juga evaluasi berkala agar bisnis yang direncanakan bisa terwujud. Dan bagi yang bisnisnya sudah jalan bisa makin berkembang,” terang Dias. (rin/kun)
BACA JUGA: Rekomendasi Warung Pecel Rawon Khas Banyuwangi Paling Enak






