Jombang (beritajatim.com) – Sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan, Tarekat Shiddiqiyyah membangun 132 unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Rumah tersebut tersebar di 93 kota/kabupaten di 14 provinsi di Indonesia.
Penyerahan piagam ‘Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah’ dilakukan oleh Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, KH Muchtar Mu’thi kepada masing-masing koordinator wilayah (korwil) bersamaan dengan santunan nasional di Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathan Minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Minggu (20/8/2023).
Acara santunan nasional ini juga diisi dengan doa lintas agama serta penyerahan santunan oleh Ketua Umum Dhibra Dhibra (Dhilaal Berkat Rohmat Alloh) Shiddiqiyah Nyai Hj Shofwatul Ummah kepada kaum dhuafa dan para veteran.
Shofwatul mengatakan, santunan nasional dan pembangunan rumah layak huni itu dalam rangka
mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-78 tanggal 17 Agustus 2023 dan nikmat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-78 tanggal 18 Agustus 2023.
“Dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI, tahun ini kami memberikan santunan sebanyak 204 paket yang langsung diserahkan kepada para penerima. Kami juga membangun rumah layak huni sebanyak 132 unit,” ujarnya.
BACA JUGA:
Maulid Nabi, Shiddiqiyyah Jombang Santuni 30 Ribu Yatim dan Dhuafa
Bu Shof, panggilan akrab Shofwatul Ummah menjelaskan, 132 unit rumah layak huni itu tersebar di 93 kota/kabupaten di 14 provinsi di Indonesia. Pembangunan rumah layak huni ini bukan hanya untuk warga yang membutuhkan dari kalangan muslim, namun juga untuk non-muslim.
“Santunan nasional disertai pembangunan rumah layak huni ini sudah dilaksanakan oleh Shiddiqiyyah sejak 22 tahun terakhir ini dan tetap akan dilangsungkan setiap tahun ke depannya. Insyaallah selamanya sepanjang masih ada kekuatan dari Allah SWT,” lanjutnya.
Ketua Umum Dhibra ini juga mengatakan bahwa kemerdekaan merupakan pemberian dari Allah SWT serta usaha dari para pejuang bangsa, sehingga nikmat kemerdekaan layak untuk disyukuri. “Makanya kita harus tetap bersatu untuk membangun Indonesia,” pungkasnya. [suf]






