Malang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah melakukan kajian yang mengungkapkan bahwa terdapat 18 desa di 9 kecamatan yang termasuk dalam daerah rawan terjadinya bencana kekeringan. Temuan ini didasarkan pada hasil kajian cepat yang dilaksanakan dalam beberapa hari terakhir.
“Hasil dari kajian cepat dan asesmen yang kami lakukan dua pekan lalu menunjukkan bahwa belum ada gejolak yang signifikan terkait masalah kekeringan di wilayah Kabupaten Malang,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, pada Jumat (18/8/2023).
Sadono menjelaskan bahwa ada 18 desa yang terletak di 9 kecamatan yang berada dalam kondisi rawan terjadinya bencana kekeringan. Daerah ini meliputi desa-desa yang sebelumnya telah mengalami kekeringan pada tahun 2019.
“Desa-desa yang mengalami dampak dari kekeringan pada tahun 2019 ini juga rawan mengalami bencana serupa pada tahun ini,” tegasnya.
BACA JUGA:
BPF Malang Peringati Kemerdekaan dengan Peragaan Busana Bak Model Profesional
Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Donomulyo, Lawang, dan beberapa kecamatan lainnya. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda gejolak yang signifikan terjadi di 18 desa yang berada di 9 kecamatan tersebut.
Sadono menambahkan, adanya beberapa faktor yang membantu menurunkan gejolak kekurangan air bersih, seperti adanya pipanisasi yang dilakukan oleh Dinas Ciptakan Karya dan Tata Ruang, serta saluran pipanisasi yang dibangun oleh PDAM di daerah-daerah yang cenderung kering.
BACA JUGA:
Abdul Latif CEO Senjani Kitchen Malang: Menggapai Usaha Kuliner Sejak Masa Kuliah
Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan September hingga Oktober, oleh karena itu BPBD Kabupaten Malang telah mempersiapkan sejumlah tangki air untuk menghadapi situasi tersebut.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa dua desa di wilayah Kabupaten Malang, yaitu Desa Klampok di Kecamatan Singosari dan Desa Jabung di Kecamatan Kabung, mengalami kekurangan pasokan air bersih di tengah musim kemarau saat ini. [yog/beq]






