Tuban (beritajatim.com) – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tuban yang terdiri dari 76 anggota. Pasukan ini akan bertugas dalam upacara peringatan 17 Agustus 2023 di Alun-Alun Tuban.
Acara pengukuhan dihadiri oleh orangtua dari anggota Paskibraka serta Forkopimda Kabupaten Tuban. Puluhan anggota Paskibraka membacakan Ikrar Putra-Putri Indonesia sebelum dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan.
Saat pengukuhan, Bupati Tuban meletakkan tali kendit pada dua perwakilan anggota Paskibraka, yaitu Maheswara Hatala Putra Saminata dari SMAN 1 Tuban dan Zahra Rahma Nurfadila dari SMAN 2 Tuban. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan seluruh anggota Paskibraka mencium bendera merah-putih.
Aditya Halindra Faridzky, yang akrab disapa Mas Lindra, mengucapkan selamat kepada 76 anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan serta kepada orangtua mereka. Ia menggambarkan pengukuhan ini dengan dua kata, yaitu “syukur Alhamdulillah.”
Mas Lindra juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para anggota Paskibraka yang berhasil lolos seleksi dari ratusan peserta. Baginya, hal ini merupakan hasil usaha dan doa dari orangtua.
“Para anggota Paskibraka diminta untuk merenungkan makna dari prosesi mencium bendera merah-putih ini, karena bendera merah-putih adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Tuban Gelar Diskusi, 80 Ormas Beri Saran dan Kritik
Ia juga berharap para anggota Paskibraka akan tetap menghayati ikrar yang telah diucapkan, karena menjadi bagian dari Paskibraka adalah tanggung jawab seumur hidup. Komitmen dan ikrar ini merupakan janji kepada bangsa dan negara.
“Para anggota Paskibraka adalah teladan bagi masyarakat, sebagai pemuda yang berani, berintegritas, bermoral, dan berkomitmen. Mereka adalah pemuda yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan generasi berikutnya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Mas Lindra mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka berarti menjadi sosok pemuda yang dihormati dan memiliki wibawa. Para anggota diharapkan memiliki semangat nasionalisme untuk mewujudkan cita-cita bangsa, dengan semangat Bumi Wali dan Ronggolawe.
“Momentum pengukuhan ini seharusnya menjadi pendorong semangat untuk maju mencapai cita-cita. Pesan ini berlaku bagi anggota Paskibraka 2023 maupun para senior,” tambah Lindra.
Lindra menekankan bahwa semua anggota Paskibraka memiliki tanggung jawab moral yang sama, yaitu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. “Saya ingin tegaskan bahwa tidak ada istilah ‘alumni’ dalam hal ini, karena ikrar yang diucapkan adalah janji kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.
Pria yang masih lajang ini juga menegaskan agar pemuda tidak hanya berargumen di media sosial, tetapi harus mengambil tindakan nyata sesuai dengan ikrar Pemuda Indonesia. “Itu adalah janji yang harus ditepati,” pungkasnya.
Mengenai upacara peringatan 17 Agustus, Mas Lindra mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik mereka. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mensukseskan prosesi pengibaran dan penurunan bendera merah-putih.
“Saat bendera dikibarkan hingga turun di sore hari, kestabilan dan dedikasi harus terjaga. Tunjukkan usaha terbaik kalian,” tutup Lindra.
Sementara itu, salah satu anggota Paskibraka, Grassilda Clairine D.P dari SMAN 1 Plumpang, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia merasa beruntung dan berterima kasih atas dukungan dan doa dari orangtua.
“Prestasi ini adalah hasil dari dukungan dan doa orangtua. Saya merasa bangga dan senang telah melewati tahapan ini,” ujar Grassilda Clairine D.P. [ayu/ted]
[berita-terkait number=”4″ tag=”Tuban”]






