Jakarta (beritajatim.com) – Kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi terus mengalami perkembangan positif, mencerminkan pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara.
Dalam upaya menjaga hubungan yang saling menguntungkan dan menghormati prinsip-prinsip diplomasi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, menghadiri undangan makan malam yang diselenggarakan oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Sheikh Muhammad Faisal Abdullah Al Mohdi, di kediaman pribadinya pada Jumat malam lalu.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi wadah bagi keduanya untuk mendiskusikan sejumlah isu strategis terkait geopolitik dan geoekonomi yang tengah berkembang. Dalam dialog ini, berbicara mengenai masa depan hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi serta peluang kerja sama investasi dan bisnis menjadi poin penting yang dibahas.
BACA JUGA:
DPD RI Dorong Kerja Sama Antariksa dan Nuklir dengan Rusia
“Sangat membanggakan bahwa dalam suasana akrab yang terjalin selama hampir empat jam, kami mampu menjalin diskusi seputar penguatan hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi. Terdapat banyak kesamaan pandangan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kerjasama antara kedua negara,” tutur Sultan dalam pernyataan resmi, ditulis Senin (14/8/2023).
Sultan menegaskan pentingnya peran Arab Saudi sebagai negara sahabat yang memiliki peran strategis bagi Indonesia. Kedua negara ini memiliki kepentingan bersama dalam berbagai isu pembangunan, terutama dalam sektor investasi dan ekonomi.
“Kami berharap bahwa kemitraan Indonesia-Arab Saudi akan mampu memainkan peran yang signifikan dalam konteks keanggotaan G20, termasuk dalam menghadapi isu-isu seperti islamofobia yang tengah terjadi di beberapa negara anggota G20, termasuk India,” ungkap Sultan, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu.
BACA JUGA:
Setjen DPD RI Siap Hadapi Pengadaan ASN 2023
Sultan juga menyoroti upaya berkelanjutan Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kuota haji serta umroh bagi jama’ah Indonesia. Sultan menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan kuota haji lebih dari 300-400 ribu setiap tahunnya.
“Duta Besar kami telah berbicara mengenai peningkatan kuota haji dan umroh yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan bagi jama’ah haji dan umroh Indonesia di tanah suci Saudi,” tambah Sultan. [beq]






