Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gunungsari, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro dr Yeffta Kurnia mengaku sudah ada sekitar 10 warga yang mendatangi puskesmas berniat mengadopsi bayi.
“Sudah ada sekitar 10 orang lebih yang ke sini (Puskemas) berniat mengadopsinya,” ujarnya, Senin (14/08/2023).
Sementara diketahui, perkembangan bayi sampai saat ini cukup baik dan sehat. Bayi perempuan itu dirawat di Puskesmas Gunungsari dan rencananya akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur untuk dirawat. “Sekarang masih proses serahterima,” lanjutnya.
Selain mendatangi puskesmas, sejumlah warga yang berniat mengadopsi bayi yang ditemukan di jalan Desa Kauman – Kadungrejo Kecamatan Baureno itu juga ke pihak Polsek setempat dan Dinsos Bojonegoro. “Banyak masyarakat yang berniat adopsi,” ujar Kepala Dinsos Bojonegoro, Arwan.
Baca Juga: Bayi Dibuang, Warga Bojonegoro Banyak yang Ingin Adopsi
Arwan sebelumnya menyebut, proses adopsi bayi itu ranahnya di Dinsos Provinsi Jawa Timur. Namun, secara administrasi pengajuannya bisa melalui Dinsos Bojonegoro. “Banyak sekali persyaratan untuk adopsi. Bisa melakukan pengajuan lewat Dinsos Bojonegoro,” terangnya.
Untuk diketahui, bayi perempuan yang dibuang orangtuanya itu kali pertama di temukan Warga Kadungrejo Kecamatan Baureno Mat Sedran (65) yang sedang melintas di jalan Desa Kauman – Kadungrejo, Sabtu (12/08/2023) sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat sedang melintas, saksi mendengar tangisan bayi di pinggir jalan. Kemudian, setelah dicari ternyata bayi tersebut berada di dalam kardus tergeletak di atas rumput tepi jalan. Bayi itu kemudian diserahkan ke kepala desa dan selanjutnya di rawat di Puskesmas Gunungsari. [lus/ted]






