Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Bojonegoro banyak yang ingin mengadopsi bayi dibuang yang ditemukan warga di tepi jalan Desa Kauman – Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.
Kapolsek Baureno Polres Bojonegoro IPDA Suiswanto mengatakan, bayi perempuan yang diduga hasil hubungan gelap orangtuanya itu kini masih dirawat di Puskesmas Gunungsari Kecamatan Baureno.
“Dugaan kuat bayi itu hasil hubungan gelap dan tidak diinginkan oleh orangtuanya sehingga dibuang,” ujarnya, Senin (14/08/2023).
Pihaknya mengaku kini masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pembuang bayi tersebut. Salah satunya dengan mengumpulkan seluruh bidan desa di kecamatan setempat.
“Kalau dari pertemuan dengan bidan-bidan desa semua warga yang hamil terdata dan tidak ada yang melahirkan,” terangnya.
Bayi tersebut kini banyak yang ingin mengadopsi. Sejumlah warga mulai menanyakan kepada pihak kepolisian untuk mengadopsi bayi tersebut. Termasuk anggota kepolisian yang bertugas di Mapolsek Baureno.
“Rencana mau dirawat sendiri sama anggota Baureno. Kebutuhan susu dan popok saat ini diurusi oleh anggota itu,” terangnya.
Pihaknya juga berharap, anggota Polsek Baureno yang ingin mengadopsi itu secara administrasi bisa memenuhi syarat. Sehingga dengan begitu, lebih jelas latar belakang calon orang tua bayi tersebut.
Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Arwan juga mengaku banyak warga Bojonegoro yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Namun, bayi tersebut kini belum diserahkan ke kantor dinsos karena masih dalam proses penyelidikan.
“Kalau nanti dirasa sudah cukup dalam proses penyelidikan ini, baru diserahkan ke Dinsos untuk dirawat,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Bayi Dibuang di Tepi Jalan Bojonegoro Lahir Tanpa Bantuan Medis
Kalau kedepan ada yang mengadopsi, lanjut Arwan, bisa mengajukan surat permohonan ke kantor Dinsos. “Proses pengajuan adopsi ini panjang. Tapi bisa mengajukan melalui Dinsos Bojonegoro kemudian ditetapkan melalui pengadilan,” pungkasnya. [lus/but]






