Surabaya (beritajatim.com) – Sosok Khofifah Indar Parawansa merupakan sosok yang digadang gadang menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur. Informasi terbaru ternyata banyak yang mengkadidatkan dirinya menjadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.
Menanggapi hal ini, pengamat sosial politik, Arie Sudjito, S.Sos., M.Si. dari Departemen Sosiologi Fisipol UGM menegaskan Khofifah Indar Parawansa sebagai tokoh asli Jawa Timur dan juga incumbent Gubernur Jatim dianggap sangat berpeluang tinggi menjadi cagub daripada Cawapres.
Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menuturkan sosok Khofifah merupakan sosok yang sangat terbuka dan berpotensi serta berpeluang menjadi apapun baik Cawapres maupun Cagub Jatim.
Baca Juga: Komunitas Blogger Jember, Jawab Tantangan Dengan Konten Informatif
Bagi Arie Sujito yang merupakan politisi dan sosiolog asal Jawa Timur, sosok Khofifah merupakan tokoh yang kuat, luwes dan sangat mewakili Jawa Timur dalam hal apapun baik cawapres apalagi cagub.
Arie menuturkan terkait situasi Cawapres saat ini digambarkan sebagai kompetisi perebutan kantong suara. Utamanya untuk Jawa Timur. Dimintai tanggapan Presiden Jokowi yang memanggil Khofifah kemarin, menurut Arie Sujito hal ini merupakan sebuah sinyal umum saja bahwa Khofifah merupakan tokoh yang sangat berpeluang di manapun penempatannya. Terkait potensi kesuksesan menjadi Cawapres Arie Sujito menyatakan sukses tidaknya Khofifah menjadi Cawapres tergantung dari siapa capres yang berpasangan.
“Meski potensi Khofifah sangat berpotensi menjadi Cawapres namun potensi menjadi Cagub Jatim justru lebih tinggi dan pasti potensinya jauh lebih besar. Maka dari itu saya menyarankan Ibu Khofifah lebih baik menjadi Cagub saja dua kali. Dengan modalitas ini cukup kuat untuk menjadi Cawapres bahkan mungkin bursa Capres di tahun berikutnya,” tegas Arie Minggu (13/8/2023).
Baca Juga: Golkar-PAN Merapat ke Prabowo, Said Abdullah: Kami Partai Sandal Jepit, Terbiasa Dikeroyok!
Ditanya mengenai konfigurasi kontestasi capres, Arie menyatakan saat ini dua kandidat besar masih di Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Kandidat ini masing masing masih saling melakukan penjajagan semuanya.
“Soal Cawapres ini juga menurut saya lebih berhati hati. Meski kandidat Cawapres bagi Khofifah ini tinggi namun jika salah langkah malah bisa tidak dapat semuanya baik Cawapres atau Cagub Jatim,” tegasnya lagi.
Ditanya mengenai Khofifah yang dipasangkan menjadi Cawapres Anies Baswedan, Arie Sujito menegaskan hal ini sangat spekulatif sekali.
Menurutnya jika Khofifah berpasangan dengan Anies Baswedan ini akan sangat menguntungkan Anies. Meski demikian kondisi ini berkebalikan dengan posisi Khofifah yang dianggap sangat dirugikan.
Baca Juga: 38 Rute Kereta Api Termasuk ke Surabaya, Jember dan Malang Hanya Bertarif Rp 78 Ribu
“Jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, akan memerosotkan daya dukung Khofifah. Hal ini karena daya dukung Khofifah basisnya adalah Nahdliyin. Sementara secara sosiologis Anies dan Khofifah memiliki perbedaan karakter yang sangat mencolok,” tegasnya.
Menurut Arie Sujito basis Khofifah adalah kalangan NU Jatim yang identik dengan keluarga moderat. Hal ini merupakan sebuah keuntungan bagi Anies Baswedan jika bisa berduet dengan Khofifah. Namun Anies yang dengan basis massa berbeda akan menjadi beban bagi Khofifah. (Aje/ian)






