Malang (beritajatim.com) – Masa khidmah PWNU Jatim akan berakhir di awal bulan September 2023 mendatang. Menanggapi hal ini, KH. Hadi Mohammad Mahfudz, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur mengatakan, periodesasi masa khidmah adalah merupakan mekanisme tata pergantian kepemimpinan.
Ditanya siapa figur yang cocok menduduki kursi Ketua PWNU Jatim yang baru nantinya, Kiai Hadi mengaku, ada banyak figur di Kepengurusan PWNU Jatim yang memenuhi syarat dan kriteria.
“Di kepengurusan PWNU Jatim banyak figur yang memenuhi kriteria dan sudah teruji menerima estafet kepemimpinan kedepan,” tegas Kiai Hadi, Senin (7/8/2023) siang pada beritajatim.com.
Kiai Hadi yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah, Kauman, Tulungagung itu menyebut, beberapa figur yang memenuhi kriteria dan pantas menduduki Ketua PWNU Jatim misalnya yakni KH Mutawakkil Alallah. Kemudian ada nama KH.Abd Hakim, Gus Fakhrur Rozi (Ponpes An-Nur 1 Malang), KH. Marzuqi Mustamar, Gus Salam dan lainnya.
“Namun demikian, saya berpendapat Ketua PWNU Jatim haruslah figur yang direstui (bahkan ditunjuk) oleh Kyai Sepuh,” tutur Kiai Hadi.
Menurut Kiai Hadi, mekanisme penunjukkannya adalah, dengan membentuk AHWA yang terdiri dari sejumlah Kyai sepuh. “Lalu siapa ketuanya, ya ikuti saja hasil Istikhoroh para kyai sepuh tersebut,” ujarnya.
Kiai Hadi menjelaskan, sudah waktunya NU dikembalikan kepangkuan empunya. “Siapa empunya? Ya para ulama ulama kyai sepuh,” kata Kiai Hadi.
Kiai Hadi berharap, calon Ketua PWNU Jatim yang baru, haruslah orang yang bisa dipercaya. Kemudian amanah, tabligh dan fathonah. Ditanya beberapa nama yang punya kriteria sebagai Ketua PWNU Jatim yang baru seperti Gus Fahrur Rozi, Kiai Hadi menyebut jika Gus Fahrur punya narasi komunikatif yang sangat bagus.
“Asalkan dapat restu Kyai sepuh saya yakin nama Gus Fahrur cocok. Dia (Gus Fahrur-red) bagus juga, narasi dan komunikasinya juga baik. Orangnya juga ringan tangan,” pungkas Kiai Hadi. (yog/kun)
BACA JUGA: Ustadz Hanan Attaki Dibaiat Jadi Kader NU oleh Ketua PWNU Jatim






