Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan pentingnya asuransi sejak dini bagi segenap masyarakat, utamanya menggunakan esensi dari prinsip asuransi syariah yang berlandaskan pada nilai-nilai kebaikan dan keadilan.
“Asuransi memiliki tujuan yang baik, karena sebagaimana yang kita ketahui kehidupan tidak lepas dari yang namanya risiko untuk itu ada baiknya memiliki asuransi kesehatan dan jiwa dengan sistem yang dikelola dengan baik, sistem asuransi syariah hadir menjawab tantangan itu,” kata Emil dalam acara Roadshow Asuransi Syariah Chapter Surabaya MES Jatim di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (5/8/2023).
Emil juga mengatakan, dalam konteks ekonomi syariah, asuransi memegang peranan penting dalam memberikan jaminan keberlangsungan kehidupan. Selain itu, juga mengajarkan nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Seperti halnya di Jawa Timur, asuransi syariah hadir sebagai solusi yang inklusif serta dapat diandalkan bagi semua lapisan masyarakat,” ucapnya.
Komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung pengembangan asuransi syariah sangat tinggi, yakni terus menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan syariah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.
BACA JUGA:
Emil Dardak: Kalau Ada yang Curang, Saksi Demokrat Jangan Ikut Curang!
“Maka kegiatan roadshow seperti ini akan mengenalkan apa itu asuransi syariah, mungkin yang hadir disini tidak banyak, tapi getok tularnya yang kita cari untuk bersama-sama mengkampanyekan asuransi syariah,” ujar Emil.
Lebih lanjut, meneruskan masukan dari Wakil Khatib Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Romadlon Chotib, dalam pentingnya meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, utananya manfaat dan proses asuransi syariah.
“Karena menariknya dalam konteks konvensional, banyak kita temukan fenomena dimana tingkat kepesertaan dalam produk keuangan konvensional tinggi namun literasi yang minim,” tutur Emil.
“Banyak orang tau tau sudah punya tabungan namun belum begitu paham bagaimana literasinya, ikut pinjol tapi gak tau konsekuensi dan ngitung bunganya seperti apa, jangan sampai literasi lebih rendah dari penetrasinya,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Wagub Jatim Emil Dardak Usul Petani Tembakau Diikutkan BPJS Kesehatan
Untuk itu pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam kaitannya dengan literasi keuangan syariah agar masyarakat akan semakin termotivasi untuk memanfaatkan layanan asuransi syariah sebagai instrumen perlindungan dan investasi berkeadilan.
“Ini pesan dari kiai akan kami camkan baik-baik oleh MES. MES ini memang adalah gerakan masyarakat untuk membudayakan dan menggelorakan bersama untuk memajukan ekonomi syariah,” pungkasnya.
Turut hadir Wakil Khatib Syuriah PWNU Jatim KH. Romadlon Chotib, Pengurus Pusat MES Muhammad Yusuf Helmy, Kabag Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Kanreg IV Jatim Budiyono, Prudential Indonesia Lisa Desfiarny. [tok/beq]






