Jombang (beritajatim.com) – Pikulan panjang berbahan kayu melintang di bahu Soleha (46). Dia kemudian sedikit membungkuk. Lalu mengaitkan dua ujung pikulan itu pada dua ember besar yang masing-masing berisi 10 liter air. Wanita berjilbab ini kemudian menegakkan badan.
Soleha berjalan lambat-lambat sembari menahan beban. Masing-masing ember menggantung di ujung pikulan yang ia sangga menggunakan bahu. Jika berjalan tidak hati-hati, air yang ia angkat itu bisa tumpah. Beruntung jarak Soleha memikul air dengan rumahnya tidak begitu jauh.
Wanita asal Desa Manduro Kecamatan kabuh Kabupaten Jombang Jawa Timur itu kemudian memasuki rumahnya. Soleha menghilang di balik pintu. Menuangkan air tersebut ke tempat yang sudah disiapkan.
BACA JUGA:
Musim Kemarau, Dua Desa di Jombang Rentan Kekeringan
Soleha tak berhenti berucap syukur. Karena mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Jombang. Air itu akan ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk memasak hingga untuk mandi. Maklum saja, Desa Manduro, tempat Soleha tinggal, merupakan kawasan rawan kekeringan ketika musim kemarau datang. Desa Manduro berada di tepian hutan jati perbukitan kapur pegunungan Kendeng.
Soleha tidak sendiri. Tapi ada puluhan wanita lainnya yang mengatre bantuan air bersih dari Polres Jombang itu. Begitu truk tangki pembawa air datang, ember-ember milik warga langsung ditata sedemikian rupa. Dari dekat truk, hingga ujung jalan.
Petugas kemudian mengucurkan air bersih tersebut dari tangki ke ember yang sudah antre satu per satu. Begitu ember penuh, wanita-wanita ‘perkasa’ ini langsung mengangkat menggunakan pikulan yang bertengger di bahu. Begitu seterusnya.
Soleha mengatakan, datangnya musim kemarau seperti ini sama halnya dengan datangnya persoalan bagi warga Manduro. Betapa tidak. Sumber air mulai mengering, begitu juga sumur-sumur. Nah, untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan sejauh 1 kilometer ke hutan.

Di tempat tersebut ada sungai yang masih memancarkan air. Warga kemudian mengambil air sungai tersebut untuk dibawa ke rumah. Air itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang dimasukkan ke dalam ember kemudian dipikul oleh para wanita ‘perkasa’ itu.
“Kalau mencari air, jaraknya satu kilometer. Biasanya kita pikul. Kalau tidak, yak pakai jeriken. Air tersebut kita gunakan untuk masak dan mandi. Makanya mengucapkan terima kasih diberi bantuan air bersih dari Pak Polisi. Kalau bisa yang sering-sering dikirimi air bersih,” kata Soleha.
Kondisi serupa juga dialami Darmi (50), warga lainnya. Saat mengambil bantuan air bersih, Darmi juga membawa pikulan dan dua ember. Dia memikul air bersih tersebut ke rumahnya. Darmi sangat bahagia. Karena kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) sudah tercukupi untuk beberapa hari.
BACA JUGA:
BPBD Jombang Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem
Darmi mengatakan, kemarau yang terjadi saat ini mengancam sumber-sumber air bersih di desanya. Untuk mendapatkan air bersih, dirinya harus berjalan ke tepian hutan desa. Pengambilan air dengan cara dimasukkan ember lalu dipikul. Terkadang warga juga mengangkut air menggunakan jeriken.
“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres Jombang. Karena selain mendapatkan air bersih, kami juga diberi bantuan sembako. Ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” kata Darmi sembari mengulum senyum.
Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian juga mendukung program Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 Patriatama. Kegiatan dilaksanakan secara serentak seluruh Polres di Jawa Timur dipimpin oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Tony Harmanto di Polres Bojonegoro.
Untuk di Jombang, pihaknya menyalurkan air bersih sebanyak 20 truk tangki di sejumlah wilayah kekeringan. Di antaranya di Desa Manduro Kecamatan Kabuh dan Desa Klitih Kecamatan Plandaan. Di Desa Manduro ada empat dusun, yaitu Gesing, Matoan, Dander, dan Guwo.

Sedangkan di Kecamatan Plandaan Desa Klitih yaitu di Dusun Tondowesi. “Polres Jombang mengirimkan air bersih 20 truk tangki yang berkapasitas masing-masing lima ribu liter. Bantuan ini semoga bisa meringankan masyarakat yang sedang kekurangan air bersih, bisa digunakan untuk kebutuhan memasak, mencuci dan mandi,” kata Kompol Hari.
Selain menyalurkan air untuk warga yang terdampak kekeringan, lanjutnya, Polres Jombang juga memberikan bansos (bantuan sosial) berupa beras sebanyak 100 paket kepada masyarakat tidak mampu. “Sekali lagi, semoga yang kita berikan ini meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
Semangat wanita-wanita perkasa pemikul air ini menjadi gambaran kegigihan dan perjuangan warga dalam menghadapi kesulitan hidup akibat kekeringan. Bantuan dari Polres Jombang telah memberikan kelegaan bagi mereka. [suf]






