Jakarta (beritajatim.com) – Anies Baswedan, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), mengajukan dukungan yang kuat untuk para petani dalam menghadapi tantangan mereka.
Anies menekankan pentingnya dukungan dari semua elemen untuk membantu para petani. “Sudah saatnya kita tidak lagi membiarkan petani bergerak sendirian,” ujar Anies.
Tantangan yang dihadapi para petani, seperti impor beras dan kelangkaan pupuk serta tingginya harga pupuk, menjadi perhatian utama Anies Baswedan.
“Setiap tahun kita menghadapi masalah yang serupa. Kami mengetahui luas lahan pertanian, produksi pangan, dan kebutuhan beras. Namun, siklus yang sama terus berulang,” jelas Anies.
Anies mengidentifikasi rantai pasok pangan yang panjang sebagai salah satu penyebab inefisiensi dalam distribusi dan perdagangan pangan, menyebabkan petani menerima harga rendah sementara konsumen membayar harga tinggi.
Untuk mengatasi hal ini, Anies berpendapat bahwa intervensi dari pemerintah untuk memperkuat desa merupakan langkah penting. “Kami melihat perlunya penguatan desa dalam jangka pendek, dan pemberdayaan desa dalam jangka menengah. Kami ingin desa yang kuat, dan untuk itu kami mengusulkan empat hal utama: revisi Undang-Undang Desa, pengelolaan desa secara partisipatif, meningkatkan kesejahteraan pekerja di desa, dan peningkatan dana desa,” tambah Anies.
Anies juga menekankan pentingnya memberikan otoritas kepada desa, termasuk dalam hal anggaran, untuk mengelola pembangunan di wilayahnya sendiri.
Dengan menciptakan kemandirian, diharapkan desa dapat lebih maju dan berperan sebagai lumbung pangan Asia untuk Indonesia.
Dukungan Anies terhadap petani disambut dengan baik oleh para petani di Brebes, Jawa Tengah.
Ratusan petani di Brebes mendeklarasikan dukungan mereka kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden Indonesia pada tahun 2024. Deklarasi ini diadakan di Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu, 30 Juli 2023, dan difasilitasi oleh Laskar Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar AMAN).
Koordinator Petani Brebes, Duklas, menyoroti kelangkaan pupuk sebagai salah satu masalah utama yang dihadapi para petani.
“Kami berharap ketika Pak Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia, masalah seperti kelangkaan pupuk mendapatkan perhatian maksimal. Dengan demikian, para petani dapat merasakan adanya pemerataan distribusi pupuk dan bibit yang dapat digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Terapkan Strategi Jitu Turunkan Harga Pangan dan Tingkatkan Pendapatan Masyarakat
Firnanda, seorang petani dari Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, yang juga merupakan Juru Bicara Muda Anies Baswedan, mempertanyakan komitmen pemerintah yang sejak awal berjanji untuk tidak mengimpor pangan dan bahkan bercita-cita untuk mengekspor. Namun, kenyataan lapangan menunjukkan adanya impor pangan yang terus berlanjut.
“Misalnya, bawang putih dan bawang merah sangat cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Tinggal tergantung pada pemerintah apakah mereka mau membantu para petani. Pangan adalah kebutuhan pokok bagi semua lapisan masyarakat. Saat ini, pengeluaran untuk makanan menjadi salah satu yang terbesar bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,” tuturnya.
Menurutnya, para calon presiden harus memahami bahwa Indonesia adalah negara agraris, dan seharusnya mampu memproduksi pangan sendiri tanpa harus mengandalkan impor. “Kita saat ini kekurangan anak muda yang bersedia terjun ke bidang pertanian, sehingga regenerasi petani bisa terancam. Padahal, profesi petani memiliki masa depan yang cerah.”ujar Anies.
Baca Juga: Eri Cahyadi Siap Jadi Jurkam Ganjar Pranowo di Surabaya
Di sisi lain, petani juga menghadapi persoalan seperti harga pupuk yang tinggi, risiko gagal panen, dan penurunan harga saat panen. Oleh karena itu, Firnanda menekankan bahwa calon presiden harus menyusun program untuk mendorong petani muda agar dapat bersaing secara global dengan memudahkan akses ke pupuk dan menjamin stabilitas harga saat panen, misalnya dengan membentuk koperasi.
Firnanda menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh melakukan impor pangan ketika petani sedang mengalami panen raya, agar harga produk pertanian tidak merosot. (ted)






