Pasuruan (beritajatim.com) – Selama empat tahun belakangan, para nelayan di Kota Pasuruan terus mengalami peningkatan dalam penangkapan ikan. Menurut data yang didapatkan pada tahun 2019 lalu hasil tangkapan ikan mencapai 6.325 ton.
Lalu pada tahun 2020 para nelayan Kota Pasuruan berhasil menangkap ikan sebanyak 7.692 ton. Lalu pada tahun berikutnya yakni 2021 lalu hasil tangkapan ikan semakin melejit di angka 8.407 ton pertahunnya.
Sedangkan di tahun 2022 lalu hasil tangkapan ikan terus naik meskipun tak sebanyak tahun sebelumnya yang naik 800 ton. Pada tahun 2022 para nelayan hanya mampu menaikkan hasil tangkapan sebanyak 400 ton atau 8.839 ton.
“Produksi tangkapan ikan selama empat tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Meskipun beberapa minggu disetiap tahunnya, cuaca extream di Kota Pasuruan kerap terjadi,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Mualif Arief.
Mualif mengatakan bahwa hasil tangkapan ikan yang diperoleh paling banyak yakni ikan jenis Tembang. Setidaknya dalam kurun setahun, ada 57 persen ikan Tembang yang berhasil dijaring oleh nelayan.
Sedangkan diposisi kedua terdapat ikan jenis Belanak dengan prosentasi didapatkan belayab sebesar 29 persen. Lalu disusul dengan beberapa ikan lainnya seperti ikan gulamah, ikan kembung, dan ikan lainnya.
Mualif juga mengatakan bahwa para nelayan sebelum menjual hasil tangkapannya, kebanyakan diolah terlebih dahulu. Biasa para nelayan Kota Pasuruan mengolah hasil tangkapan ikannya dengan cara proses penggaraman maupun pengasapan.
“Para nelayan juga kami berikan pemahaman terkait menjaga ekosistem laut, salah satunya kemaren para nelayan telah memasang rumpon. Hal ini kami lakukan agar pada tahun-tahun yang akan datang, tangkapan para nelayan terus naik,” tutupnya. (ada/kun)
BACA JUGA:
2 Pemuda Kepergok Bawa Sajam saat Jalan-jalan di Pasuruan






