Surabaya (beritajatim.com) – Rayakan Hari Anak Nasional, Lotus Art Courses gelar workshop sekaligus awarding ceremony, di Rustic Market Surabaya, Minggu (30/7/2023) sore.
Workshop Negative Painting yang diusung sanggar Lotus Arts kali ini sengaja memilih ruang terbuka (outdoor) untuk lokasinya. Hal ini tidak lepas dari harapan sang founder, I Putu Mahendra, agar anak-anak bisa lebih nyaman terlebih dalam berkarya dan berdiskusi.
“Menggambar di ruang terbuka seperti ini tentu mental anak-anak jadi berbeda. Itu juga yang ingin kita bangun,” ujarnya.
Adapun 10 peserta yang mengikuti workshop ini tidak terpaku pada satu tema khusus. Mereka menggambar on the spot, menggunakan media kanvas dan cat akrilik dengan bebas, sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Baca Juga: Unusa Masuk 10 Kampus Swasta Terbaik Versi Webometric 2023
Seperti halnya dua peserta yang ternyata bersaudara. Mereka ialah Beatrice L Liem, yang memilih untuk menggambar pemandangan. Sedangkan sang adik, dan Eunike E Liem, menggambar seekor kepiting biru. Diketahui, jika keduanya merupakan anak didik Lotus Art Courses.

Meski begitu, I Putu Mahendra menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya dari sanggarnya saja, sebagian di antaranya dari masyarakat umum.
“Di sini kita buka untuk umum. Tujuannya untuk brand awareness, merangkul anak-anak di luar Lotus. Terlebih bagi para orang tua yang mungkin masih ragu ingin bergabung. Kebetulan peserta kali ini fifty fifty,” terangnya.
Baca Juga: Wakil Sekretaris PDIP Surabaya Komitmen Layanan Pendidikan untuk Warga Miskin
Pada workshop ini, peserta diberikan pelatihan menggambar dalam waktu satu jam. “Selesai atau pun tidak, mereka tetap diberikan sertifikat. Karena ini termasuk pelatihan ya, bukan lomba. Selebihnya mungkin gambar bisa dilanjutkan sendiri di rumah atau tetap di sini (Rustic Market Surabaya),” ujarnya.
Adapun selain workshop, I Putu juga mengumumkan tiga nama anak didiknya yang masuk dalam karya terbaik lomba internasional, 13th Climate Change Painting Competition “Little Homeland Designer” 2023-Taiwan.
Mereka ialah Quincy J Balfour, R. Anggoro Mulneo W.K.P, dan Raisya Kayla W. Di mana ketiganya telah bersaing dengan 5.916 karya dari 21 negara di seluruh dunia. (fyi/ian)






