Tuban (beritajatim.com) – Kapolres Tuban AKBP Suryono meminta maaf terhadap sejumlah wartawan di Kabupaten Tuban karena dihadang beberapa personel di pintu gerbang dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam Polres Tuban, Kamis (27/07/2023).
Aksi yang dilakukan personel tersebut lantaran ada penangkapan puluhan anggota silat yang terlibat saat konvoi sambil membawa senjata tajam di wilayah Kecamatan Plumpang.
Menurut Kapolres Tuban AKBP Suryono bahwa kejadian tersebut hanya miskomunikasi, tidak ada pelarangan wartawan masuk di dalam Polres Tuban.
“Saya baru saja dari Surabaya, siapa yang melarang wartawan tidak boleh masuk. Itu hanya miskomunikasi saja,” ucap AKBP Suryono.
Ia menjelaskan, adanya flyer yang beredar bahwa anggota silat akan mendatangi Polres Tuban. Oleh karenanya, Suryono meminta para anggota melakukan sweeping di beberapa wilayah yang ada di Tuban termasuk tempat-tempat nongkrong dan ditemukan beberapa anggota silat melakukan konvoi di Kecamatan Plumpang.
BACA JUGA: Polres Tuban Dijaga Ketat, Wartawan Dilarang Meliput
“Saya minta maaf karena hal itu kepada rekan – rekan media. Bahwa saya perintahkan untuk pengamanan, sebab ada edaran flyer yang akan geruduk Polres Tuban bukan maksud untuk melarang rekan media masuk,” ucapnya.
Sementara itu, ada sekitar 48 anggota silat yang diamankan, beberapa warga Tuban dan Kabupaten Nganjuk. “Setelah saya telusuri pun flyer tersebut juga berasal dari Nganjuk,” paparnya.
Suryono menegaskan bahwa Polres Tuban akan selalu bermitra baik dengan rekan – rekan media dan berharap kedepan kejadian tersebut tidak terulang kembali. [Ayu/nap]
![Wartawan Tak Boleh Masuk ke Dalam Polres Tuban, AKBP Suryono Minta Maaf Karena Miskomunikasi Kapolres Tuban AKBP Suryono saat dimintai keterangan. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230727_161301_copy_898x404.jpg)





