Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, secara resmi menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 492 tenaga honorer yang bertugas di berbagai sektor pemerintahan setempat. Acara penyerahan SK PPPK ini berlangsung pada Kamis (27/7/2023) sore di Gedung Sasana Praja.
Dari total 492 penerima SK PPPK, 451 di antaranya merupakan tenaga honorer guru, sedangkan 41 orang lainnya adalah tenaga teknis. Pengangkatan mereka sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) merupakan langkah pemerintah dalam meningkatkan status dan kesejahteraan mereka.
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, menyampaikan bahwa penyerahan SK PPPK ini menandai penyelesaian rekrutmen formasi PPPK untuk tahun 2022. Sebelumnya, pada bulan Mei, BKPSDM Ponorogo telah mengangkat 96 tenaga kesehatan (nakes) menjadi PPPK.
BACA JUGA:
Angkat 96 Nakes PPPK, Bupati Ponorogo: Jangan Minta Pindah
“Dengan penyerahan SK PPPK ini, seluruh proses rekrutmen tahun 2022 telah berhasil diselesaikan. Sebelumnya, pada bulan Mei, kami telah menyerahkan SK PPPK untuk 96 orang nakes,” ungkap Andy usai acara penyerahan SK PPPK.
Dijelaskannya bahwa dari 81 lowongan untuk tenaga teknis, hanya 41 orang yang berhasil diisi, atau hanya mencapai 50 persen dari total lowongan yang tersedia. Beberapa peserta mengalami kesulitan dalam menghadapi Computer Assisted Test (CAT) karena dianggap memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
“Tenaga teknis hanya berhasil diisi oleh 41 orang dari total 81 lowongan yang ada. Para peserta tampaknya menghadapi kesulitan dalam menghadapi soal CAT karena dianggap terlalu sulit,” ungkap Andy, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian.
BACA JUGA:
Tak Ikuti CAT, 24 Peserta Seleksi PPPK Ponorogo Gugur
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengucapkan selamat kepada seluruh penerima SK PPPK. Sugiri berharap para tenaga honorer yang kini telah menjadi ASN tidak hanya menjalankan tugas secara rutin, melainkan juga memberikan nilai lebih dalam melayani masyarakat, khususnya bagi para guru dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Bupati Ponorogo, dengan sapaan akrab “Kang Giri,” juga menekankan pentingnya terus belajar dan meningkatkan kualitas kerja agar dapat menjadi teladan yang baik di lingkungan kerja. Bagi para guru, tidak hanya sekedar bekerja secara formal, tetapi juga diharapkan mampu mentransfer ilmu dan memberikan contoh akhlak yang baik kepada para siswa.
“Guru diharapkan membangun hubungan yang akrab dengan siswa. Hubungan yang positif antara guru dan siswa akan melahirkan generasi yang hebat dan berakhlak mulia,” tutupnya. [end/suf]






