Tuban (beritajatim.com) – Polres Tuban dijaga ketat buntut penangkapan puluhan oknum pesilat yang terlibat konvoi dan perusakan, Kamis (27/7/2023). Bahkan, sejumlah wartawan sampai dilarang masuk maupun meliput.
Adapun wartawan dari berbagai media, di antaranya Beritajatim.com, JTV, Ronggo.id, Tugu Jatim, SCTV, Duta, dan Tubannews.com yang meminta izin masuk dalam rangka kerja liputan. Namun, gerbang pintu masuk ditutup dan dijaga ketat oleh puluhan petugas Polres Tuban.
Puluhan anggota dari perguruan silat yang konvoi tersebut diduga dijemur di halaman Markas Polres Tuban tanpa memakai alas kaki dan tidak menggunakan pakaian atasan. Sementara, wartawan dilarang mengambil gambar ataupun meliput.
Dari pantauan Beritajatim.com, tidak diketahui alasan pasti mengapa wartawan dilarang meliput. Tetapi berdasarkan penuturan petugas jaga di gerbang Mapolres Tuban, bahwa menunggu petunjuk dari Kapolres Tuban AKBP Suryono yang saat ini masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju Tuban.
BACA JUGA:
Oknum Pesilat Bakar Motor di Tuban Terancam 7 Tahun Penjara
Salah satu wartawan Junaidi dari Ronggo.id mengatakan, tidak tahu alasan dari Polres Tuban melarang beberapa wartawan untuk meliput bahkan masuk ke dalamnya.
“Kecuali wartawan, tamu dan yang lainnya masih bisa masuk,” ucap Junaidi.
BACA JUGA:
Ketua PSHT Tuban: Terlibat Konvoi & Masalah Hukum Akan Diberi Sanksi
Junaidi juga menambahkan, pelarangan wartawan masuk ke Polres Tuban diduga ada pengamanan sejumlah anggota silat yang ikut konvoi.
“Untuk saat ini kami masih menunggu didepan gerbang, dengan harapan nanti Kapolres Tuban bisa mengizinkan masuk dan dimintai keterangan,” ujarnya. [ayu/beq]






