Malang (beritajatim.com) – Dalam beberapa pekan terakhir suhu di Malang cukup dingin. Rata-rata setiap malam hingga pagi hari suhu di wilayah Malang mencapai 16 hingga 17 derajat celcius.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Ahmad Lutfi menyebut bahwa wilayah Malang Raya bakal segera menghadapi puncak suhu dingin pada Agustus mendatang.
Ahmad Lutfi menuturkan jika kondisi suhu udara ekstrem atau yang biasa disebut bediding akan terjadi seiring masuknya puncak musim kemarau.
“Puncak suhu terdingin umumnya terjadi pada bulan Agustus seiring memasuki puncak musim kemarau,” ujar Lutfi, Rabu, (26/7/2023).
Disejumlah wilayah Malang khususnya yang berada di daerah dataran tinggi akan menjumpai fenomena frost atau embun upas. Fenomena ini sering dijumpai di kawasan pegunungan Tengger atau di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
“Munculnya fenomena frost atau embun upas di daerah dataran tinggi yang bisa menyebabkan tanaman layu dan mati. Fenomena ini juga berpotensi menyebabkan kematian bagi hewan ternak khususnya unggas,” kata Lutfi.
BACA JUGA:
Pernikahan Dini di Kabupaten Malang, Mayoritas Lulusan SMP
Selain itu, suhu dingin ini terjadi disebabkan oleh siklus musiman yang ditandai dengan aktifnya angin muson timur yang bersifat kering dan dingin.
“Suhu ini akan mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh. Terutama waspada bagi yang masuk kategori lansia,” ujar Lutfi. [luc/but]






